Nyalawena Antara Tradisi dan Hiburan Masyarakat Pesisir
infopriangan.com, BERITA GARUT.
Tradisi “Nyalawena” sudah dilakukan secara turun temurun sebagian warga Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Khususnya warga di sekitar Pantai Pasarangan.
Tradisi nyalawena dilaksanakan di setiap penghujung bulan Ramadhan. Biasanya, saat bulan Ramadhan telah menginjak antara tanggal 25 sampai menjelang lebaran. Kata “nyalawena” sendiri berasal dari kata “salawe” yang artinya dua puluh lima.
Tradisi nyalawena ditandai dengan menangkap ikan secara tradisional di sekitar pantai Pasarangan. Dimana puluhan bahkan ratusan warga turun ke laut dangkal untuk menangkap ikan dengan peralatan alakadarnya. Ada yang menggunakan “kecrik” sebuah alat penangkap ikan yang menyerupai jala. Ada yang menggunakan “sair”, bahkan ada pula yang hanya menggunakan tangan kosong.
BACA JUGA: Ormas BBC Bagikan Ratusan Takjil Gratis
Salah seorang tokoh setempat Supriatna mengatakan, tradisi nyalawena disamping kegiatan yang sakral, juga merupakan hiburan tersendiri bagi warga sekitar.
Uniknya kata Supriatna, meski mereka menangkap ikan di tempat yang tidak biasa, tetapi banyak juga yang memperoleh ikan dengan ukuran cukup besar.
Nyalawena juga merupakan tontonan yang menarik bagi warga luar yang sedang ngabuburit. (Liklik Sumpena/IP)
