Pelajar Garut Tembus Grand Final Duta Siswa 2026
infopriangan.com, BERITA GARUT. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar asal Kabupaten Garut di tingkat nasional. Seorang siswi SMP berhasil melangkah ke babak grand final ajang Duta Siswa Indonesia 2026, sebuah kompetisi bergengsi yang menghimpun siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama baik daerah dan institusi pendidikan tempatnya menimba ilmu.
Pelajar tersebut adalah Zulqaidah Yasmin Nurhakimah, siswi kelas IX SMP Negeri 1 Garut. Di usianya yang masih 15 tahun, Zulqaidah dinilai mampu menunjukkan kualitas diri, kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang menjadi nilai utama dalam ajang Duta Siswa Indonesia. Ia menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut dan menyadari bahwa proses yang dijalani tidaklah mudah.
“Alhamdulillah, ini adalah kesempatan besar dan amanah yang harus saya jalani dengan sungguh-sungguh,” ujar Zulqaidah.
Ajang Duta Siswa Indonesia sendiri merupakan kompetisi nasional yang bertujuan membentuk karakter generasi muda yang berprestasi, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Zulqaidah menilai ajang tersebut bukan sekadar lomba, melainkan ruang pembelajaran untuk mengasah potensi diri.
“Di sini kami tidak hanya dinilai dari prestasi akademik, tetapi juga dari sikap, gagasan, dan kontribusi nyata,” katanya.
Dalam proses seleksi, Zulqaidah mengusung program kerja bertajuk Taman Pendidikan. Program ini difokuskan pada upaya membuka akses belajar bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan ekonomi sehingga terhambat melanjutkan pendidikan formal. Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari realitas sosial yang masih ia temui di lingkungan sekitarnya.
“Masih banyak anak yang sebenarnya ingin belajar, tetapi terkendala biaya,” ungkapnya.
Melalui Taman Pendidikan, Zulqaidah berharap anak-anak tetap memperoleh hak belajar yang layak. Ia juga terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, tidak hanya sebagai penggagas, tetapi juga sebagai pengajar. Menurutnya, keterlibatan langsung menjadi bukti komitmen terhadap program yang diusung.
“Di sana kami belajar bersama, saya ikut mengajar dan mendampingi mereka,” ujarnya.
Keberhasilan Zulqaidah melaju ke babak grand final tidak terlepas dari proses seleksi yang ketat dan berlapis. Ia harus melewati tahapan administrasi, psikotes, wawancara, pembuatan video profil, hingga berbagai penilaian lainnya yang menuntut konsistensi dan ketahanan mental. Zulqaidah mengakui bahwa proses tersebut melelahkan, namun penuh pembelajaran.
BACA JUGA: Kejuaraan Karate Jadi Momentum Pembinaan Atlet Ciamis
“Semua tahapan itu menguji kesabaran dan kesiapan mental,” tuturnya. Sabtu, (10/01/2026).
Menjelang grand final, Zulqaidah berharap dukungan dan doa dari berbagai pihak agar dapat menjalani tahapan akhir dengan baik. Ia menegaskan bahwa apapun hasilnya nanti, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depannya.
“Saya mohon doa agar diberikan kelancaran dan bisa memberikan yang terbaik,” pungkasnya. (Liklik)
