TPG Cair Langsung, Guru Tak Lagi Terlambat Terima
infopriangan com, BERITA GARUT. Sejumlah guru di Garut menyambut gembira kabar bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) akan ditransfer langsung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke rekening masing-masing guru. Kebijakan ini diharapkan bisa mengatasi berbagai kendala yang selama ini menghambat pencairan tunjangan, termasuk keterlambatan dan dugaan pungutan liar dalam proses validasi data.
Selama ini, TPG terlebih dahulu ditransfer ke pemerintah daerah sebelum akhirnya masuk ke rekening guru. Akibatnya, pencairan tunjangan sering kali mengalami keterlambatan hingga tiga atau bahkan empat bulan sekali. Guru juga harus melakukan validasi data ke kantor koordinator wilayah (Korwil) Pendidikan sebelum tunjangan bisa dicairkan.
“Validasi itu tidak gratis, harus bayar sampai ratusan ribu per orang,” ungkap DS, seorang guru di Garut, Selasa (12/3). Menurutnya, biaya tersebut seolah menjadi keharusan yang harus dipenuhi guru setiap kali tunjangan akan dicairkan.
DS menilai, validasi data yang diwajibkan bagi guru kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan. Ia mengungkapkan bahwa validasi sebenarnya hanya diperlukan jika ada perubahan gaji pokok, karena besaran TPG untuk guru PNS dihitung berdasarkan gaji pokok. Sementara itu, bagi guru honorer, jumlah TPG berkisar Rp1,8 juta per bulan.
“Kalau benar nantinya TPG langsung ditransfer oleh Kemenkeu, itu harus diapresiasi. Ini akan mempercepat pencairan dan meminimalkan potensi pungutan liar,” ujarnya.
Guru lainnya, Li, juga mendukung penuh kebijakan ini. Menurutnya, pencairan langsung dari pemerintah pusat dapat menghilangkan berbagai kendala yang selama ini menghambat penyaluran tunjangan.
“Paling tidak dapat mempersempit ruang gerak oknum tertentu yang sering mempermainkan dana TPG,” kata Li. Ia menambahkan, selama ini banyak guru yang terpaksa pasrah menghadapi keterlambatan pencairan karena tidak memiliki pilihan lain.
Ia berharap dengan adanya sistem pencairan langsung, hak para guru bisa lebih terlindungi. “Kami ini hanya ingin menerima hak kami tanpa harus menunggu berbulan-bulan dan tanpa pungutan-pungutan tambahan,” tegasnya.
Selain menghilangkan keterlambatan dan dugaan pungutan liar, pencairan langsung oleh Kemenkeu juga dinilai bisa mencegah kemungkinan dana TPG dipakai dulu oleh pihak lain sebelum sampai ke tangan guru. Beberapa guru mengaku pernah mengalami situasi di mana TPG mereka tertahan tanpa alasan yang jelas.
“Kadang uangnya sudah ada di daerah, tapi entah kenapa kami tetap harus menunggu. Ada yang bilang karena administrasi, ada yang bilang karena teknis, ujung-ujungnya kami tetap harus bersabar,” keluh seorang guru lainnya.
Saat ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tengah mengumpulkan dan memverifikasi nomor rekening guru yang sudah menerima TPG. Para guru pun mulai memvalidasi data rekening mereka melalui laman Info GTK untuk memastikan pencairan berjalan lancar.
Proses ini menjadi harapan baru bagi banyak guru, meski di sisi lain juga menimbulkan pertanyaan bagi mereka yang belum pernah menerima TPG. Di Kabupaten Garut sendiri, masih banyak guru PPPK dan guru honorer yang belum mendapatkan tunjangan ini.
BACA JUGA: Safari Ramadhan BUMDESMA Baregbeg Perkuat Solidaritas
“Kalau sekarang yang sudah terima TPG saja sibuk update data rekening, bagaimana dengan kami yang belum pernah dapat? Apakah ada jaminan kami juga akan menerima?” tanya seorang guru honorer yang enggan disebut namanya.
Para guru berharap agar kebijakan baru ini juga memberikan solusi bagi mereka yang selama ini belum menerima TPG. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada mekanisme pencairan, tetapi juga memastikan seluruh guru yang berhak benar-benar mendapat tunjangan tersebut.
Dengan adanya pencairan langsung oleh Kemenkeu, para guru berharap sistem penyaluran TPG ke depan akan lebih transparan, cepat, dan bebas dari berbagai praktik yang merugikan. “Kami hanya ingin menerima hak kami tepat waktu, tanpa embel-embel tambahan,” pungkas DS. (Lik/infopriangan.com)
