Ajat Sudrajat Kini Nikmati Layanan Cuci Darah Lebih Dekat
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Perjalanan panjang yang ditempuh Ajat Sudrajat (60) demi menjalani hemodialisis selama lebih dari tiga setengah tahun akhirnya berakhir dengan kelegaan. Warga Cijulang itu kini tak lagi harus melintasi rute panjang menuju Banyumas, karena RSUD Pandega Pangandaran telah menyediakan layanan cuci darah yang bisa ia akses lebih dekat dari rumahnya.
Kisah Ajat sebagai pasien hemodialisis bermula dari penyakit diabetes yang ia derita. Saat menjalani pemeriksaan retina di RS Cicendo Bandung, tekanan darahnya terus meningkat sehingga tim medis mengarahkan dirinya untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke bagian penyakit dalam. Dari sanalah diketahui bahwa fungsi ginjalnya menurun dan ia harus menjalani pengobatan rutin.
Karena jarak Bandung terlalu jauh, Ajat akhirnya memilih melanjutkan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jawa Tengah. Di tempat tersebut, barulah ia mendapat kepastian bahwa dirinya mengalami gagal ginjal dan diwajibkan menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan, dengan waktu tindakan mencapai empat jam setiap kali terapi.
Selama lebih dari 3,5 tahun, Ajat dengan setia menempuh perjalanan darat dari Cijulang menuju Banyumas. Meski menjadi peserta BPJS Kesehatan membantunya dari sisi biaya medis, namun tantangan lain tak bisa dihindari, mulai dari kelelahan fisik hingga biaya transportasi yang terus membengkak.
Situasi berubah ketika ia memutuskan memindahkan layanan ke RSUD Pandega Pangandaran. Keputusan yang tampak sederhana itu ternyata memberi dampak besar bagi kehidupannya sebagai pasien hemodialisis. Ajat mengaku kini hampir tidak mengeluarkan biaya transportasi karena jarak rumahnya dengan RSUD Pandega sangat dekat.
“Saya sangat terbantu soal transportasi. Sekarang hampir tidak ada biaya perjalanan,” ujar Ajat dalam sebuah rekaman video pada Selasa (18/11/2025) pagi.
Ajat juga menceritakan bahwa pelayananan di RSUD Pandega Pangandaran terasa berbeda. Menurutnya, fasilitas hemodialisis di rumah sakit tersebut tidak hanya lengkap, tetapi juga memberikan kenyamanan ekstra. Ajat menilai RSUD Pandega memiliki peralatan yang lebih modern dibandingkan fasilitas sebelumnya yang ia datangi.
BACA JUGA: RSUD Pandega Raih Penghargaan Transformasi Digital
“Di sini fasilitasnya bagus. Kalau dibandingkan dengan yang lain, rasanya RSUD Pandega lebih maju. Pelayanannya enak, ramah,” tuturnya sambil tersenyum.
Kehadiran layanan hemodialisis di RSUD Pandega Pangandaran menjadi bukti meningkatnya akses kesehatan bagi masyarakat daerah. Pengalaman Ajat menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas dapat meringankan beban pasien, baik secara finansial maupun emosional.
Bagi banyak warga seperti Ajat, layanan yang mudah dijangkau bukan hanya soal jarak, tetapi juga tentang harapan untuk menjalani hidup lebih baik di tengah kondisi kesehatan yang menantang. (KMP)
