Berita Pangandaran

Asep Noordin Tinjau Longsor di Lokasi Rumah Relokasi

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, meninjau langsung lokasi longsor yang merusak proyek pembangunan rumah relokasi bagi eks penghuni Pasar Wisata Pangandaran di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Rabu (11/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi keamanan kawasan yang nantinya akan ditempati warga penerima manfaat.

Dalam peninjauan tersebut, Asep melihat langsung dampak longsor yang terjadi setelah tebing setinggi sekitar 10 meter runtuh dan menimpa bangunan rumah relokasi yang hampir selesai dibangun. Peristiwa itu menyebabkan sebagian bangunan mengalami kerusakan serta menimbulkan kekhawatiran terkait kestabilan tanah di sekitar lokasi permukiman baru tersebut.

Asep menjelaskan, program relokasi ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi para pedagang atau warga yang sebelumnya menempati kawasan Pasar Wisata Pangandaran. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyalurkan bantuan langsung kepada para penerima manfaat.

Menurutnya, bantuan tersebut digunakan warga untuk membangun rumah relokasi secara mandiri maupun melalui kelompok masyarakat seperti Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Skema ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif warga dalam proses pembangunan rumah mereka.

“Pemerintah memberikan bantuan langsung kepada penerima manfaat. Pembangunan rumahnya dilakukan oleh warga sendiri, ada yang secara mandiri dan ada juga yang melalui kelompok masyarakat seperti KSM,” jelas Asep.

Namun setelah meninjau langsung kondisi lapangan, Asep menilai kawasan tersebut memiliki karakter tanah yang cukup rawan longsor. Ia menemukan bahwa struktur tanah di lokasi didominasi tanah merah dan batu lempung yang cenderung mudah bergerak, terutama ketika terkena tekanan air atau beban dari bagian atas tebing.

“Jenis tanah di sini tanah merah dan batu lempung. Potensi longsor cukup tinggi kalau tidak melakukan penanganan dengan baik,” kata Asep.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena rumah relokasi direncanakan akan segera ditempati oleh warga. Oleh karena itu, menurutnya perlu ada langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Sebagai upaya mengurangi risiko longsor, Asep meminta pemerintah daerah segera menyiapkan langkah teknis yang tepat. Salah satu solusi yang ia dorong adalah pembangunan terasering di bagian belakang permukiman yang berbatasan langsung dengan tebing.

Ia menjelaskan bahwa terasering berfungsi untuk mengurangi tekanan tanah dari bagian atas tebing agar tidak langsung menekan area permukiman di bawahnya.

“Di belakang harus membuat terasering, minimal sekitar enam meter. Ini penting supaya tekanan tanah tidak langsung turun ke bangunan,” tegasnya.

BACA JUGA: DPRD Pangandaran Didesak Usut Dugaan Keterlibatan Dewan

Selain pembangunan terasering, Asep juga meminta agar pemerintah daerah membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di sejumlah titik yang memiliki perbedaan ketinggian tanah cukup signifikan. Struktur penahan tanah tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga kestabilan kawasan permukiman relokasi.

Dengan adanya langkah teknis tersebut, Asep berharap pembangunan rumah relokasi dapat tetap berjalan dengan aman dan memberikan rasa nyaman bagi warga yang akan menempatinya. Ia juga menekankan pentingnya kajian teknis dan pengawasan yang lebih ketat agar kawasan relokasi benar-benar layak huni serta terhindar dari potensi bencana di masa mendatang. (KMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *