Diskominfo Pangandaran Perkuat Pembinaan Media Massa
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan pembinaan media massa sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan dan berkualitas. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 perwakilan media dan menghadirkan Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Husni serta Kepala Diskominfo Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari.
Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Husni, menilai pembinaan media menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara badan publik dan insan pers. Ia menyampaikan bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
“Pangandaran berpeluang besar ditetapkan sebagai Kabupaten Informatif jika komitmen keterbukaan informasi dijalankan secara konsisten,” ujar Husni. Selasa, (16/12/2025).
Namun demikian, Husni juga mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi pers dalam mengakses informasi publik. Ia menyebutkan bahwa masih banyak informasi publik yang belum tersedia atau tidak segera disampaikan, padahal informasi tersebut sangat penting untuk diketahui masyarakat.
“Sering kali informasi terlambat diberikan sehingga nilai relevansi dan kebaruannya berkurang, sementara jurnalisme menuntut kecepatan,” katanya.
Selain keterlambatan, Husni menyoroti persoalan klaim kerahasiaan informasi oleh sebagian badan publik tanpa penjelasan yang memadai. Menurutnya, penetapan informasi sebagai rahasia harus melalui pertimbangan yang proporsional dan tidak mengabaikan kepentingan publik.
“Kerahasiaan tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup informasi yang berdampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki sistem layanan informasi publik. Ia menegaskan bahwa pembinaan media menjadi ruang dialog untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan insan pers.
“Kami ingin media menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Tonton.
Dalam sesi materi lainnya, jurnalis senior, Faisal, menjelaskan perubahan besar dalam ekosistem informasi akibat disrupsi digital.
Faisal mengungkapkan bahwa dahulu arus berita dikendalikan oleh media arus utama, namun kini setiap warga memiliki potensi menjadi pewarta.
“Sekarang, setiap orang bisa memproduksi dan menyebarkan informasi, ponsel pintar menjadi alat liputan yang sangat kuat,” ungkap Faisal.
Faisal menilai kondisi tersebut membuka peluang besar bagi transparansi dan kontrol sosial, terutama untuk menyuarakan perspektif daerah. Namun ia juga mengingatkan adanya sisi gelap berupa kebisingan digital.
“Semua orang bisa bicara, tetapi tidak semua mau bertanggung jawab,” katanya.
Ia juga mengkritisi tekanan algoritma digital yang membuat berita sering diukur dari jumlah klik dan tingkat viralitas. Menurutnya, kondisi ini berpotensi menggeser nilai jurnalisme dari kepentingan publik ke kepentingan mesin.
BACA JUGA: ILUNI SMKN 1 Ciamis Teguhkan Disiplin dan Sinergi
“Jurnalis didorong cepat, bukan cermat, dan yang viral sering mengalahkan yang penting,” ujarnya.
Terkait penggunaan kecerdasan buatan, Faisal menegaskan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti proses berpikir jurnalis. Ia juga memperkenalkan open source intelligence (OSINT) sebagai alat verifikasi yang bermanfaat jika digunakan secara etis.
“Dalam jurnalisme, kebenaran tidak lahir dari mesin, tetapi dari tanggung jawab dan integritas jurnalis,” pungkas Faisal.
Melalui pembinaan ini, Diskominfo Pangandaran diharapkan mampu mendorong lahirnya media yang lebih cerdas, kritis, dan beretika, sekaligus memperkuat keterbukaan informasi publik demi kepentingan masyarakat luas. (KMP)
