Berita Pangandaran

Libur Waisak, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Barat Pangandaran

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran kembali dipenuhi ribuan wisatawan saat cuti bersama Hari Raya Waisak, Sabtu, (31/05/2025). Sejak pagi, rombongan pengunjung dari berbagai kota mulai berdatangan, memadati area pantai untuk menikmati suasana laut, bermain air, hingga mencicipi kuliner khas pesisir.

Pantauan di lokasi, jalan menuju area pantai mengalami peningkatan volume kendaraan, meski arus lalu lintas tetap tertib berkat pengaturan petugas gabungan. Di kawasan pantai, pengunjung tampak antusias memanfaatkan hari libur untuk berekreasi bersama keluarga.

Cuaca yang cerah menjadi salah satu pemicu meningkatnya kunjungan. Tidak sedikit pengunjung yang datang sejak pagi untuk mendapatkan spot terbaik menikmati ombak dan panorama matahari terbenam yang menjadi ciri khas Pantai Pangandaran.

Amin, seorang pengunjung asal Bandung, mengaku sengaja memilih Pangandaran sebagai tujuan libur Waisak kali ini. Ia datang bersama istri dan dua anaknya.

“Pantainya bersih, pemandangannya indah, dan fasilitasnya cukup lengkap. Anak-anak juga betah main air dan pasir. Ini liburan yang menyenangkan sebelum saya kembali bekerja pekan depan,” ujarnya sambil tersenyum.

Suasana pantai terlihat ramai namun tetap kondusif. Para pengunjung memadati area tepian laut, sebagian berenang, bermain pasir, atau sekadar duduk santai di tikar yang digelar di bawah pohon. Sementara itu, sejumlah pedagang lokal memanfaatkan momen libur ini untuk meningkatkan omzet.

Yati (43), pedagang kelapa muda, mengaku omsetnya naik dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Kalau hari libur seperti ini, dagangan saya cepat habis. Alhamdulillah, bisa untuk tambahan kebutuhan sekolah anak,” katanya.

BACA JUGA: Sukendi: Ketua PGRI Harus Punya Visi Jelas Majukan Pendidikan Ciamis

Namun, di tengah euforia pariwisata, muncul juga catatan kritis soal pengelolaan dan pengawasan. Meski suasana ramai, masih ditemukan pengunjung yang kurang peduli terhadap kebersihan dengan membuang sampah sembarangan. Beberapa titik tempat sampah juga tampak penuh dan belum segera dikosongkan.

Di sisi lain, aparat keamanan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan relawan pantai terlihat siaga di beberapa pos pengamanan yang didirikan di titik strategis. Petugas juga rutin berpatroli untuk mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan protokol keselamatan di laut dipatuhi.

Kepala Pos Keamanan Wisata Pangandaran, Ipda Dedi Susanto, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel tambahan selama libur panjang ini.

“Kami menyiapkan lima pos pengamanan dan pelayanan, lengkap dengan petugas medis dan perahu patroli. Fokus kami adalah keselamatan pengunjung, terutama yang berenang di zona rawan,” jelasnya.

Pemerintah daerah sendiri terus mendorong agar liburan menjadi momen yang tidak hanya menyenangkan bagi wisatawan, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat setempat. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Yayan Sudrajat, menyebut bahwa kunjungan wisatawan selama momen Waisak ini membantu menggeliatkan ekonomi warga.

“Ini momentum baik bagi pelaku UMKM, pedagang, penginapan, dan jasa wisata. Tapi kita juga terus mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama menjaga kebersihan dan keamanan,” ujarnya.

Pantai Barat Pangandaran memang telah lama menjadi andalan wisata Jawa Barat. Dengan kombinasi antara keindahan alam, fasilitas memadai, dan dukungan masyarakat lokal, tempat ini selalu menjadi pilihan utama saat libur nasional tiba.

Namun demikian, jika tidak dibarengi dengan kesadaran kolektif menjaga lingkungan dan ketertiban, potensi konflik dan kerusakan lingkungan tetap bisa terjadi. Karena itu, peran serta semua pihak—wisatawan, pedagang, aparat, dan pemerintah—menjadi kunci menjaga Pangandaran tetap nyaman dan lestari.

Salah satu warga lokal, Roni (28), yang setiap hari beraktivitas di sekitar pantai, mengaku senang melihat geliat wisata. Namun, ia berharap pemerintah bisa lebih tegas terhadap pengunjung yang abai terhadap aturan.

“Kami senang Pangandaran ramai. Tapi jangan sampai pengunjung seenaknya buang sampah atau berenang di luar zona aman. Harus ada sanksi yang jelas supaya semua tertib,” tegasnya.

Liburan Waisak 2025 membuktikan bahwa Pantai Barat Pangandaran tetap menjadi magnet wisata andalan. Tugas bersama selanjutnya adalah menjaga agar magnet ini tetap menarik, aman, dan berkelanjutan. (KMP/ infopriangan.com)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *