Organda Pangandaran Bangkit Usai Lama Vakum
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Setelah sekian lama vakum dan disebut “mati suri”, Organda DPC Kabupaten Pangandaran akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Musyawarah Cabang II (Muscab II) yang digelar Senin (20/1) di Taman Sagati, Margacinta, Kecamatan Cijulang, menjadi titik awal langkah baru organisasi ini.
Kegiatan tersebut, yang bertujuan memilih Ketua DPC Organda periode 2024-2025, dihadiri berbagai pihak, mulai dari Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran, perwakilan Polres, hingga Kodim Pangandaran.
Acara ini mengambil tema besar, “Mewujudkan Keberlangsungan Angkutan Umum untuk Menunjang Transportasi Masa Depan”. Tema tersebut jelas mengindikasikan betapa pentingnya peran Organda dalam membangun transportasi publik yang lebih baik di Pangandaran, wilayah yang dikenal sebagai destinasi wisata andalan Jawa Barat.
Ketua Pelaksana Muscab II, Gugun Gumilar, mengungkapkan harapannya bahwa kepengurusan baru ini dapat membawa perubahan yang signifikan.
“Kami ingin kepengurusan baru ini bisa berdampak positif, membawa Organda lebih maju, lebih solid, dan benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat ditemui seusai acara.
Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran, Irwansyah, dalam sambutannya mengingatkan bahwa tantangan di sektor transportasi saat ini semakin kompleks.
“Kami berharap Organda mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan transportasi, terutama terkait angkutan umum yang masih menjadi pekerjaan rumah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Organda Jawa Barat, Dida Suprinda, memberikan sorotan tajam terkait masa lalu Organda Pangandaran yang disebutnya sempat kehilangan arah.
“Kita tahu, beberapa tahun terakhir Organda di Pangandaran nyaris tidak terdengar. Sekarang, dengan pengurus baru, ini adalah momentum kebangkitan. Namun, tantangan yang dihadapi sangat berat. Butuh sinergi kuat antara Organda, Dinas Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya,” kata Dida dengan nada penuh optimisme.
Kondisi transportasi di Pangandaran memang menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Sebagai daerah wisata, Pangandaran membutuhkan sistem transportasi umum yang andal, nyaman, dan aman. Sayangnya, selama bertahun-tahun, masalah seperti minimnya armada, tarif tidak standar, hingga ketidakteraturan jadwal masih menjadi keluhan utama masyarakat dan wisatawan.
“Transportasi umum adalah urat nadi pariwisata. Kalau itu tidak diperbaiki, bagaimana wisatawan mau nyaman datang ke sini? Ini yang harus jadi fokus pengurus baru Organda,” ujar salah satu peserta Muscab yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan juga datang dari kalangan pengamat transportasi lokal yang menilai Organda harus lebih progresif dalam menyikapi perubahan zaman. Era digitalisasi, misalnya, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menciptakan layanan angkutan umum yang lebih modern.
“Kalau terus begini, Organda bisa tertinggal lagi. Mereka harus berinovasi, misalnya dengan aplikasi transportasi berbasis daring,” kata seorang pengamat.
Namun, tidak semua pihak pesimistis. Ada harapan besar bahwa kepengurusan baru ini mampu membawa perubahan nyata. Salah satu langkah awal yang diharapkan adalah pembenahan komunikasi antara Organda dan pemerintah daerah, yang selama ini dinilai kurang efektif.
“Kami tidak hanya bicara soal regulasi atau aturan, tapi bagaimana Organda bisa benar-benar menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan kebijakan transportasi,” ujar Irwansyah.
Ketua DPC Organda Pangandaran terpilih, yang namanya belum diumumkan secara resmi, juga diharapkan segera menyusun program kerja strategis.
BACA JUGA: Viral Video Puluhan Motor di Mapolsek Indihiang
“Saya percaya dengan kebersamaan kita semua, Organda Pangandaran akan bangkit dan membawa dampak besar untuk sektor transportasi di daerah ini,” kata seorang anggota Organda dengan penuh keyakinan.
Muscab II ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi langkah awal yang krusial bagi keberlangsungan Organda di Pangandaran. Semua pihak sepakat, kebangkitan ini harus diikuti oleh kerja nyata yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Kini, bola ada di tangan kepengurusan baru. Apakah Organda Pangandaran benar-benar bisa bangkit dan menjawab tantangan zaman, atau justru kembali tenggelam dalam stagnasi? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, masyarakat dan wisatawan menunggu bukti, bukan janji. (KMP/infopriangan.com)


