Pemkab Pangandaran Tanggap Bencana di Maruyungsari
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kapolsek Padaherang, IPTU Abdulrahman, turun langsung meninjau lokasi banjir di Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang. Kegiatan ini dilakukan bersama Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dan aparat terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Banjir yang melanda Maruyungsari menggenangi tiga RT di Dusun Anggaraksan, yakni RT 33/14, RT 32/14, dan RT 31/13. Kedalaman air mencapai 30 cm, mengakibatkan 263 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Selain itu, banjir juga merusak 269 hektare lahan pertanian, yang menjadi mata pencaharian utama warga. Salah satu petani setempat menyebutkan bahwa sebagian besar tanaman padi siap panen terendam, menyebabkan kerugian besar.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Pangandaran menyerahkan bantuan berupa paket sembako untuk meringankan beban warga. Ia juga menyampaikan empati atas musibah yang dialami masyarakat.
“Kami akan berupaya secepat mungkin memperbaiki kondisi ini. Pemerintah tidak tinggal diam, dan kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menangani kerusakan di sektor hunian maupun pertanian,” ujar Bupati.
Selain menyerahkan bantuan, pemerintah daerah juga mengadakan dialog langsung dengan warga untuk mendengar aspirasi dan keluhan mereka. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di masa depan.
Salah seorang warga mengungkapkan harapannya agar saluran drainase di desa segera diperbaiki, mengingat banjir kali ini dipicu oleh meluapnya air akibat sistem saluran yang tidak optimal.
Kapolsek Padaherang, IPTU Abdulrahman, turut menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polres Pangandaran berkomitmen untuk membantu proses pemulihan.
“Kami terus memantau situasi, menjaga keamanan, dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah akan bekerja maksimal agar masyarakat segera pulih,” ujarnya.
Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran, yang turut hadir, menyatakan bahwa langkah penanganan bencana telah dikoordinasikan dengan baik. Evakuasi dan pendistribusian bantuan dilakukan sejak banjir melanda, sementara evaluasi terhadap kerusakan terus berjalan.
“Kami juga fokus pada upaya pencegahan agar hal serupa tidak terjadi lagi,” jelasnya. Sabtu, (14 /12/2024)
Pemkab Pangandaran juga melibatkan aparat TNI-Polri untuk menjaga keamanan selama masa pemulihan. Dalam patroli yang dilakukan, Kapolsek Abdulrahman menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan saling membantu.
“Kita harus bersatu menghadapi situasi ini. Jangan sampai bencana ini memicu konflik atau ketidaknyamanan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kondisi di Desa Maruyungsari kini mulai terkendali. Bantuan terus disalurkan, dan warga bekerja sama membersihkan area yang terdampak.
Salah seorang petani mengatakan, rasa syukur terhadap pemerintah Kabupaten Pangandaran yang telah sigap membantu. “Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Pangandaran yang telah peduli kepada warga Maruyungsari yang kini terdampak banjir.
Meski situasi berangsur pulih, pemerintah meminta warga tetap waspada. Kepala BPBD menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu banjir susulan.
BACA JUGA: Ujang Endin Batalkan Gugatan dan Terima Hasil Pilkada
“Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk memperbaiki tata kelola lingkungan. Upaya pencegahan seperti perbaikan drainase dan pengelolaan sungai harus segera dilaksanakan,” tutupnya.
Bencana ini menjadi peringatan penting tentang perlunya langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari ancaman serupa di masa depan. Sebab, akar masalahnya bukan hanya cuaca ekstrem, tetapi juga ketidaksiapan infrastruktur dan manajemen risiko bencana. (KMP/infopriangan.com)


