RSUD Pandega: Diabetes Anak Meningkat, Waspada!
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap diabetes pada anak. Penyakit ini semakin sering ditemukan dan berisiko menyebabkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan baik.
Dokter spesialis anak RSUD Pandega Pangandaran menjelaskan bahwa salah satu faktor utama pemicu diabetes pada anak adalah obesitas. “Obesitas membuat tubuh menghasilkan lebih banyak lemak dan hormon yang menurunkan sensitivitas insulin dalam mengontrol kadar glukosa darah,” ujarnya.
Diabetes pada anak terbagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe satu dan tipe dua. Diabetes tipe 1 terjadi karena gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 lebih sering dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan lemak serta kurangnya aktivitas fisik.
Banyak orang tua yang tidak menyadari gejala awal diabetes pada anak. Padahal, beberapa tanda bisa dikenali sejak dini, seperti sering merasa haus dan sering buang air kecil. “Kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh membuang kelebihan gula melalui urine. Itu sebabnya anak sering ke kamar mandi atau bahkan mengompol,” kata seorang dokter dari RSUD Pandega.
Selain itu, anak yang mengalami diabetes sering kali memiliki nafsu makan tinggi tetapi tetap mengalami penurunan berat badan. Hal ini disebabkan tubuhnya tidak mampu mengolah gula darah menjadi energi dengan baik. “Banyak orang tua mengira anak mereka hanya mengalami perubahan pola makan biasa, padahal ini bisa jadi tanda awal diabetes,” tambahnya.
Tanda lain yang juga perlu diwaspadai adalah anak mudah lelah dan tampak lesu. Kekurangan energi akibat gangguan insulin membuat anak tidak seaktif biasanya. Jika gejala-gejala ini muncul secara bersamaan, RSUD Pandega menyarankan agar orang tua segera membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Diabetes tipe satu pada anak tidak dapat dicegah karena merupakan kondisi autoimun. Namun, diabetes tipe dua sangat dipengaruhi oleh pola hidup. Pola makan tinggi gula, jarang berolahraga, dan obesitas adalah faktor utama penyebab diabetes tipe dua pada anak.
Seorang dokter anak di RSUD Pandega menyebutkan bahwa perubahan gaya hidup modern turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus diabetes pada anak. “Anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget dan kurang beraktivitas fisik. Ditambah lagi dengan pola makan tinggi gula, risiko diabetes semakin meningkat,” jelasnya. Senin, (03/02/2025).
Data menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes juga lebih berisiko terkena penyakit ini. Namun, risiko tersebut bisa ditekan dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.
RSUD Pandega Pangandaran menegaskan bahwa diabetes pada anak harus ditangani dengan serius. Pengobatan tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Untuk diabetes tipe satu, anak perlu mendapatkan terapi insulin secara rutin karena tubuhnya tidak lagi mampu memproduksi insulin secara alami.
Sementara itu, diabetes tipe 2 dapat dikelola dengan mengubah pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjaga berat badan ideal. Dokter di RSUD Pandega menyarankan agar anak-anak mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, serta lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah. “Jangan biasakan anak minum minuman kemasan yang tinggi gula. Biasakan mereka minum air putih dan makan makanan bergizi,” katanya.
Pemeriksaan kesehatan rutin juga menjadi langkah penting dalam pencegahan. Dengan memantau kadar gula darah sejak dini, orang tua bisa mengetahui apakah anak mereka berisiko terkena diabetes dan segera mengambil langkah pencegahan.
BACA JUGA: Pergeseran Tanah Ancam Warga Tasikmalaya
Banyak kasus diabetes pada anak terlambat terdeteksi karena orang tua kurang memahami gejalanya. RSUD Pandega mengingatkan agar orang tua lebih waspada dan segera berkonsultasi ke dokter jika anak menunjukkan tanda-tanda diabetes.
“Diabetes bukan sekadar penyakit orang dewasa. Anak-anak juga bisa terkena, dan dampaknya bisa sangat serius jika tidak ditangani dengan baik,” tegas dokter spesialis anak RSUD Pandega.
Mencegah diabetes pada anak bukan hanya tugas tenaga medis, tetapi juga tanggung jawab orang tua. Dengan pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, dan pemantauan kesehatan rutin, risiko diabetes pada anak dapat diminimalkan. (KMP/infopriangan.com)
