RSUD Pandega Pangandaran Imbau Warga Waspada “Super Flu”
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. RSUD Pandega Pangandaran mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena yang dikenal sebagai “Super Flu”. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa varian influenza ini menunjukkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa dan mulai menjadi perhatian karena terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Manajemen rumah sakit itu menjelaskan bahwa masyarakat tidak boleh lagi menganggap flu sebagai penyakit ringan yang pasti sembuh tanpa risiko.
“Flu itu bukan cuma pilek biasa. Kalau gejalanya terasa lebih berat, gampang menular, dan sembuhnya lebih lama, bisa jadi itu Super Flu,” tegas management RS Pandega. Minggu, (01/02/2026).
Pihak rumah sakit menerangkan bahwa salah satu indikator yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi yang mencapai 39 hingga 41 derajat Celcius. Mereka menyebut kondisi tersebut sering disertai nyeri otot dan sendi hebat, sakit tenggorokan, batuk, pilek berat, sakit kepala, serta kelelahan ekstrem yang membuat tubuh sangat lemas.
“Jika demam tinggi dan tubuh terasa sangat lemah, jangan diabaikan. Segera periksakan diri,” tulis manajemen dalam keterangannya.
RSUD Pandega juga mengingatkan bahwa gejala yang berlangsung lebih lama dari flu biasa patut dicurigai. Mereka menilai keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi, terutama bagi kelompok rentan.
“Kalau gejala tidak kunjung membaik dalam beberapa hari atau justru semakin berat, segera cari pertolongan medis,” tegasnya.
Lebih jauh, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa penularan influenza dapat terjadi dengan cepat melalui droplet atau percikan saat batuk dan bersin. Karena itu, mereka meminta masyarakat disiplin menerapkan langkah pencegahan sederhana namun efektif.
“Gunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, rajin cuci tangan dengan sabun, dan jaga kebersihan lingkungan,” imbau mereka.
Manajemen juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi seimbang dan istirahat cukup. Mereka menyebut konsumsi vitamin dapat membantu, namun tidak boleh menggantikan pola hidup sehat.
“Jangan hanya mengandalkan obat. Daya tahan tubuh harus dijaga dari pola hidup yang baik,” tulisnya.
Selain pencegahan harian, RSUD Pandega menganjurkan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta atau komorbid. Mereka menyatakan bahwa vaksinasi terbukti membantu menurunkan risiko infeksi berat.
“Vaksinasi adalah langkah perlindungan yang efektif, terutama bagi kelompok rentan,” jelas pihak rumah sakit.
Dalam imbauannya, RSUD Pandega juga mengkritisi kebiasaan sebagian masyarakat yang masih memaksakan aktivitas saat kondisi tubuh sedang lemah. Mereka mengingatkan bahwa tindakan tersebut justru dapat memperburuk keadaan dan mempercepat penularan.
“Jangan memaksakan diri bekerja atau beraktivitas berat saat demam tinggi. Istirahat adalah bagian dari pengobatan,” tegasnya.
Pihak rumah sakit turut memperingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat keras tanpa resep dokter. Mereka menilai praktik swamedikasi yang tidak tepat bisa menimbulkan efek samping berbahaya.
BACA JUGA: RSUD Pandega–PMI Amankan Stok Darah
“Hindari minum obat keras tanpa anjuran medis. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan,” imbau mereka.
Melalui pernyataan ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran publik meningkat dan respons terhadap gejala berat menjadi lebih cepat. Mereka menekankan bahwa kewaspadaan sejak dini adalah kunci mencegah komplikasi serius.
“Jangan tunggu parah untuk berobat. Lebih cepat diperiksa, lebih baik penanganannya,” pungkas manajemen. (KMP)
