RSUD Pandega–PMI Amankan Stok Darah
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. RSUD Pandega Pangandaran bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan donor darah di Hall Gedung A Lantai 1. Kegiatan ini disebut sebagai upaya menjaga ketersediaan stok darah agar tetap aman dan siap digunakan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan medis sewaktu-waktu.
“Kami ingin memastikan stok darah tetap tersedia bagi pasien yang membutuhkan,” ujar pihak manajemen rumah sakit.
Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, menjelaskan bahwa kebutuhan darah di rumah sakit bersifat dinamis dan dapat meningkat secara tiba-tiba. Ia menuturkan bahwa lonjakan permintaan darah kerap terjadi pada kasus operasi, persalinan, hingga kondisi kegawatdaruratan.
“Kebutuhan darah tidak bisa ditunda, terutama untuk operasi dan kondisi darurat,” kata Titi. Kamis,(05/02/2026).
Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PMI menjadi langkah konkret untuk mengantisipasi kekurangan stok darah. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga sangat penting karena rumah sakit tidak bisa berjalan sendiri dalam menjamin ketersediaan darah.
“Karena itu, kolaborasi dengan PMI sangat penting agar kebutuhan pasien tetap terpenuhi,” tegasnya.
Pihak rumah sakit menerangkan bahwa kegiatan donor darah tidak hanya melibatkan pegawai internal dan relawan PMI, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum. Langkah ini dinilai sebagai bentuk transparansi sekaligus ajakan terbuka agar warga turut berperan aktif dalam aksi kemanusiaan.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi,” ujarnya.
Manajemen rumah sakit menilai antusiasme pendonor cukup baik dan mencerminkan kepedulian sosial warga Pangandaran. Mereka memandang partisipasi masyarakat sebagai modal sosial penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah.
“Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa solidaritas masih kuat,” ungkap Titi.
Ia menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial institusi pelayanan kesehatan. Rumah sakit, menurutnya, tidak hanya bertugas memberikan layanan kuratif, tetapi juga membangun kesadaran preventif dan solidaritas kemanusiaan.
“Setiap kantong darah yang terkumpul sangat berarti bagi pasien,” katanya.
Lebih lanjut, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya donor darah secara berkala. Mereka menilai masih ada sebagian warga yang ragu karena kurangnya informasi terkait prosedur dan manfaat donor darah.
“Donor darah aman dilakukan selama memenuhi syarat medis dan mengikuti prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Titi menyampaikan bahwa proses donor dilakukan sesuai standar medis untuk menjamin keamanan pendonor maupun penerima darah. Ia menekankan bahwa seluruh tahapan telah melalui pengawasan tenaga kesehatan yang kompeten.
“Kami pastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan,” tegasnya.
Rumah sakit juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kegiatan serupa secara berkelanjutan. Upaya ini disebut sebagai bagian dari penguatan sistem pelayanan kesehatan di Pangandaran agar lebih siap menghadapi kebutuhan mendesak.
BACA JUGA: Jantung Bawaan Masih Kerap Terabaikan Publik
“Kami berharap budaya donor darah dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif di masyarakat,” pungkas Titi.
Melalui kolaborasi ini, RSUD Pandega Pangandaran dan PMI Kabupaten Pangandaran berupaya menunjukkan bahwa kesiapan layanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga partisipasi publik.
“Ketika masyarakat terlibat aktif, kita lebih siap menyelamatkan nyawa,” tutupnya. (KMP).


