Alumni Miftahul Huda Kutuk Pelecehan Santriwati
infopriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Buntut pelecehan dan persekusi santri Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, mengundang reaksi negatif. Reaksi itu datang dari keluarga besar alumni Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya. Kamis (2/1/2019) pkl 16.00 WIB
Salah satu alumni Pesantren Miftahul Huda, Kyai Syarif Hidayatulloh, pimpinan Pesantren Miftahusyarif Bandung mengutuk keras pelecehan pegawai Indomart Manonjaya.
“Saya mengutuk keras atas kejadian tersebut, pasalnya santriah digeladahi oleh pegawai yang bukan muhrim dan diperlakukan ditempat umum,” ungkapnya.
“Ini pelecehan kepada santri perempuan,” ujar Syarif.
Menurut Syarif, dari klarifikasi di TKP, tidak ada bukti yang kuat bahwa santriah melakukan perbuatan yang merugikan Indomart. Saat ini pihak yang berwenang tidak bisa bertindak, karena pada saat pemutaran ulang CCTV tidak terbukti.
Sementara itu, pihak Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya mengupayakan mediasi secara kekeluargaan dengan pelaku, namun, ia enggan meminta maaf.
Senada dengan hal itu, Kyai Muda Iik Zaeni Dahlan Dewan Kiyai Pesantren Miftahul Hasanah Sumedang mengatakan,” Bagi kaum santri bukanlah hal yang bisa dianggap sepele,”
“Karena santri adalah bibit lumbung pewaris para ulama,” tambahnya.
Maka dari itu ribuan santri turun kejalan semuti Indomart tersebut, meminta pertanggung jawaban atas kejadian.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semuanya, khususnya cara memperlakukan santriwati.
“Saya harap semua pihak bisa saling mengambil pelajaran berharga dari kejadian ini, ” ujar Uu. Jumat (3/1/2019).
Santriwati Digeledah Non Muhrim
Sebelumnya sejumlah santriwati Pondok Pesantren Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, digeledah saat hendak melakukan pembayaran.
Santriwati tersebut disangka telah mengambil sejumlah barang di mini market Indomart tak jauh dari lokasi Ponpes Miftahul Huda.
Kejadian itu menjadi tontonan warga lainnya yang hendak berbelanja di mini market tersebut, Kamis (2/1/2020) petang sekitar pukul 16.00 wib.
Salah satu pengasuh Ponpes Manonjaya, KH Dodo Aliyul Murtadlo mengatakan,” Sa’at itu empat santriwati hendak membeli keperluan perempuan dan sejumlah makanan”.
Ketika masuk ke mini market, tatapan petugas sudah menunjukan kurang bersahabat.
Meski demikian, keempatnya tidak ambil pusing kemudian muter-muter di lorong rak pajangan makanan dan keperluan lainnya setelah beres memilih kebutuhan, keempatnya hendak bayar di kasir.
Namun, bukannya dilayani, malah digeledah dan dituduh telah mengambil beberapa barang.
Situasi dilokasi menjadi tak karuan karena santriwati menjadi pusat perhatian warga yang hendak berbelanja.
“Petugas kasir kurang ramah dan menuduh santriwati yang lain-lain. Ini sudah jelas penghinaan,” katanya. (Rio Putra/IP)*
