Banjir Rendam Ratusan Rumah di Sukaresik
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Banjir sudah dua hari rendam ratusan rumah warga, di akibat curah hujan dengan intensitas tinggi, dan meluapnya dua sungai. Banjir tersebut di wilayah Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kedua sungai tersebut, mengalir di dekat Desa Tanjungsari yakni sungai Citanduy dan Sungai Cikidang. Selama satu tahun terakhir, kedua sungai itu selalu meluap, malahan sudah tiga kali terjadi banjir. Kamis, (14/01/21).
Pantauan infopriangan.com di lokasi, hingga kamis siang banjir akibat luapan sungai Citanduy dan Sungai Cikidang di Kecamatan Sukaresik, masih merendam ratusan rumah warga.
Banjir tersebut, selain merendam ratusan rumah warga, juga merendam sekira 56 hektar pesawahan, sehingga, para petani terancam gagal panen. Selain itu, bangunan Puskesmas dan Sekolah Dasar pun ikut terendam banjir.
Kepala Desa Tanjungsari, Amas mengatakan, kondisi terakhir banjir di wilayahnya, hingga pukul 7.30 WIB terdata sudah ada sekira 400 rumah yang terendam banjir di dua Kampung.
“Sebanyak 300 kepala keluarga di Kampung Bojongsoban, dan 100 kepala keluarga di Kampung Hegarsari yang terendam banjir,” ungkap Amas.
Sementara, salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir Enung (45) menuturkan, waktu banjir datang air secara tiba-tiba masuk dengan perlahan ke dalam rumahnya.
“Air tiba-tiba masuk ke dalam rumah pada rabu malam, saya pun bergegas mengevakuasi dan mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi,” ucapnya.
Meski, merasa khawatir debit air membesar, pemilik rumah memilih bertahan di rumahnya.
“Beruntung saat kejadian para penghuni rumah tidak tertidur pulas karena sudah diprediksi banjir akan terjadi, pasalnya hujan besar mengguyur sejak rabu siang kemarin,” paparnya.
Meski debit ait belum surut dan petugas menyarankan untuk mengungsi, hingga kamis siang warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing.
warga berharap, pemerintah memberikan solusi untuk mencegah banjir terjadi lagi, seperti melakukan pengerukan normalisasi sungai yang saat ini mengalami pendangkalan. (Aa Fauzy/IP)
