Berita Tasikmalaya

Khidmat Warnai Harlah ke-939 Kabupaten Tasikmalaya

infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (26/7/2025), saat digelar upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke-939. Seluruh jajaran pemerintah hadir dalam momen bersejarah ini, mulai dari bupati, wakil bupati, Forkopimda, ASN, TNI-Polri, para tokoh agama, pejuang veteran, hingga tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin. Dalam sambutannya, Cecep menyebut bahwa hari jadi bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial, melainkan momentum untuk merenungi perjalanan panjang daerah serta menggali kembali nilai-nilai kearifan lokal.

“Hari ini bukan hanya perayaan, tetapi juga peringatan penting tentang siapa kita dan ke mana arah kita melangkah sebagai masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Bupati Cecep.

Cecep juga menuturkan bahwa peringatan Harlah tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan awal masa kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi untuk periode 2025-2030.

Bupati juga menyinggung sejarah berdirinya Kabupaten Tasikmalaya yang merujuk pada pengangkatan Ngabehi Wirawangsa sebagai Menteri Agung Sukapura berdasarkan piagam Sultan Mataram pada 26 Juli 1632 Masehi atau 9 Muharram dalam kalender Hijriah.

Dalam aspek pembangunan, Cecep memaparkan capaian indeks pembangunan manusia (IPM) yang naik dari 36,38 di tahun 2023 menjadi 36,98 pada 2024. Namun ia mengakui,

“Angka ini masih menempatkan kita di posisi tiga terbawah di Jawa Barat. Ini belum ideal,” ucapnya.

BACA JUGA: Eksekusi Hak Asuh Anak di Cirebon Berlangsung Kondusif

Cecep juga menyampaikan bahwa angka stunting menurun dari 20,7 persen di tahun 2023 menjadi 17,1 persen di 2024. Ia mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen mencapai target zero stunting. “Setiap persen adalah cermin dari hak tumbuh kembang anak-anak kita,” katanya.

Cecep turut mengungkapkan bahwa indeks desa membangun mencapai skor 0,77 dengan komposisi 83 desa mandiri, 208 desa maju, dan 60 desa berkembang. Meski membanggakan, ia menegaskan masih ada desa yang belum menyentuh kemandirian.

Dalam penutup sambutannya, Cecep meluncurkan program “Nya’ah ka Indung” dan mendeklarasikan kerja sama program GARUDA bersama Bank Indonesia. Ia berharap, “Kabupaten Tasikmalaya menjadi wilayah yang walagri, bagja, waluya.” (Sari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *