Petugas Belum Lakukan Pencarian Korban
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pencarian korban tanah longsor yang diduga tertimbun di Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, belum di lakukan Pencarian, karena tanah di lokasi kejadian masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil.dan berpotensi logsor susulan. Sementara air di hulu sungai masih mengalir dan di bawah tanah yang longsor terdapat lumpur.
“Proses pencarian korban akan sangat berisiko jika dipaksakan,” ujar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto. Jumat (28/02/2020) petang tadi.
Selin itu Anom juga menambahkan, pihaknya akan mencari tahu informasinya lebih dulu sebelum melakukan pencarian.
“Polisi juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk Basarnas, untuk melakukan pencarian,” jelasnya.
“Kita telah mendapat laporan korban hilang diduga tertimbun longsor. Korban atas nama Didi (63 tahun) tidak terlihat sejak tanah longsor terjadi di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya,” jelasnya.
“Masih kita cari tahu keberadan pastinya. Tapi, untuk saat ini tidak memungkinkan melakukan pencarian korban di lokasi kejadian,” kata dia.
Sebelumnya, bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat sekitar jam 05.30 WIB.
Peristiwa itu menyebabkan jembatan penghubung antar desa terputus dan ratusan warga terisolir.
Bedasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, setidaknya terdapat 170 kepala keluarga (KK) yang terisolasi
“Berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan berbagai pihak, kita menunggu situasi yang aman untuk pencarian korban di lokasi kejadian,” ujarnya.
Menututnya saat ini pihaknya fokus untuk membuka akses warga terisolir dengan jembatan darurat.
“Jembatan itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik dan mobiliasi warga sementara,” ucapnya.
“Namun, aparat akan tetap menjaga jembatan itu agar tetap aman untuk digunakan,” pungkasnya. (Aa Fauzy/IP)
