Ratusan Rumah di Sukaresik Terendam Banjir
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bencana banjir kembali terjadi di Tasikmalaya. Banjir kali ini merendam ratusan rumah warga di empat Kampung. Seperti Bojongsoban, Hegarsari, Mekarsari dan Cicalung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Jumat, (19/06/2020).
Banjir itu disebabkan marena curah hujan tinggi sehingga sungai tidak bisa menampung air. Sungai Citanduy dan Cikidang, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.
Salah seorang warga Salim (62) mengaku bahwa banjir kali ini lebih parah dari banjir waktu yang lalu. Menurutnya banjir kali ini disebabkan akibat luapan Sungai Citanduy dan Cikidang.
“Luapan sungai kli ini menyebabkan ratusan rumah tergenang,” kata Salim.
“Bukanya surut, etinggian air malah bertambah,” ujarnya.
“Banjir sekarang ini merupakan yang kelima kalinya terjadi diawal 2020 dan sekarang lebih besar dibandingkan pada Rabu (10/06/2020),” papar ya.
“Banyak sekali harta benda kami yang terendam, kini sebagian warga mengungsi ke lokasi yang aman dan lebih tinggi,” ungkapnya.
Sementara di tempat terpisah Ajay Hajar, (54) mengatakan, bahwa banjir terjadi sejak pukul 03.30 WIB dini hari tadi. “Awalnya hanya mencapai 15 Cm, tapi kini sudah mencapai 55 Cm,” ucapnya.
“Kali ini banjir paling parah, sampai sekarang ketinggian air terus bertambah. Kita berupaya mengeluarkan air dengan ponpa air. Tapi tidak seimbanh antara air yang masuk dan air yang keluar,” katanya.
“Sekarang saya tidak bisa menyelamatkan barang apalagi areal persawahan. Termasuk tanaman palawija mengalami kerusakan. Termasuk kolam yang baru ditanam ikan mujaer dan gurame kabur,” jelasnya.
“Dengan adanya peristiwa ini, kami berharap Pemerintah Daerah dan Provinsi Jabar segera melakukan langkah agar banjir tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Akibat banjir lokasi tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Ketinggian air mencapai 60 sampai 1,5 meter.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari, Amas, mengatakan banjir yang terjadi sekarang ini lebih besar dibandingkan sebelumnya. Kini 500 rumah terendam, termasuk areal lahan persawahan seluas 70 hektare.
“Tanaman warga rusak berat meski baru ditanamnya sejak banjir terjadi,” ucapnya.
Akan tetapi, kejadian yang terjadi tidak ada korban jiwa karena beberapa langkah selama ini dilakukan.
“Semua harus tetap waspada, terutama bagi kepala keluarga yang memiliki anak kecik agar tetap dijaga dengan baik,” jelasnya.
“Genangan air akibat banjir sekarang lebih tinggi dibandingkan banjir yang sudah terjadi sebelumnya,” pungkasnya. (Aa Fauzy/IP)
