Sejumlah Pengendara Diberhentikan Polisi
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sejumlah pengendara yang melintas di kawasan Gunung Sabeulah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat diberhentikan Polisi.
Mereka diberhentikan bukan untuk diperiksa terkait kelengkapan surat kendaraan. Melainkan karena para pengendara ini, masih bandel tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
Dalam Pengamanan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) tahap dua di Kota Tasikmalaya ini, Tim gabungan banyak menemukan pengendara yang tidak gunakan masker.
Kabag Sumda Polres Tasikmalaya Kota Kompol Ii Rusdiandi, mengatakan kegiatan pembagian masker ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona yang kian mewabah.

Selain itu, pihaknya juga memberikan edukasi pada masayarakat terkait keselamatan. Sesuai dengan tujuan mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan mengedepankan langkah preventif.
“Karena masih ada tukang becak, tukang ojeg dan pengendara sepedah motor Yang tak pake masker. Mungkin ini sosilaisasinya dan pemahanya di anggap sepele,” katanya.
“Kita tidak bosen-bosenya untuk mengingatakan kepada warga untuk gunakan masker. Saat beraktivitas di luar rumah,” kata Ii Rusdiandi. Senin, (25/05/2020).
Menurutnya, Pada situasi seperti ini yang paling penting adalah menggunakan makser ketika berkendaraan atau beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Petugas Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub, BPBD dan Pol PP Kota Tasikmalaya, juga melakukan imbauan kepada para pengendara. “Imbauan ini agar mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Hindari kerumunan, gunakan masker hingga social distancing,” jelasnya.
”Semua harus membiasakan diri mencuci tangan dengan menggunakan sabun, gunakan masker, sosial distancing, dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) tahap dua di Kota Tasikmalaya digelar selama 10 hari, pada 20-29 Mei.
Salah satu pengendara H Baharudi (50) mengaku sempat merasa panik saat dihentikan Petugas. Sebab, dirinya merasa sudah tertib aturan berlalu lintas. ”Saya pikir tidak ada pelanggaran, ternyata saya dihentikan karena tidak pakai masker,” katanya.
Dia mengakui jika saat berkendara maupun beraktivitas memang tidak pernah menggunakan masker. Dia baru memahami pentingnya memakai masker setelah dijelaskan Petugas. ”Ternyata semua sudah dianjurkan memakai masker. Terima kasih bantuan maskernya. Ini akan saya gunakan sesuai anjuran pemerintah,” tutupnya. (Aa Fauzy/IP)


