Biaya Perpisahan Rp. 560.000 Hanya Dapat Selembar Kain
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pihak orang tua siswa hanya di berikan kain oleh sekolah setelah melakukan pelunasan biaya perpisahan untuk anaknya sebesar Rp. 560.000. Hal itu diungkapkan Hasan Salah satu orang tua siswa kelas 9 di MTs Negeri 10 Ciamis, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Dia juga mengatakan dalam draft yang di terima oleh orang tua mengenai kebutuhan siswa untuk perpisahan, tertulis seragam jenis batik atas dan bawahan, namun pihak sekolah hanya memberikan selembar kain saja.
Selain hanya di berikan kain, pihak sekolah juga tidak memberikan bukti pelunasan berupa kwitansi sebagai tanda bahwa anaknya sudah melunasi biaya perpisahan tersebut. Jumat, (02/06/2023).
“Mereka hanya mengatakan secara lisan saja. Bahwa anak saya sudah melunasi biaya perpisahan yang sejumlah Rp.560.000. Kami tidak diberikan bukti kwitansi pelunasan apakah dari komite atau pihak sekolah,” terangnya.
Kata Hasan, sebenarnya sebelum rapat selesai, pihak sekolah maupun komite memberikan jawaban terkait alasan tidak di berikan nya kwitansi sebagai bukti pembayaran. Alasan tersebut yaitu mereka takut bahwa nantinya kwitansi itu di temukan oleh media massa.
“Jujur saya heran dengan alasan tersebut, karena menurut saya jika ini memang murni untuk kebutuhan siswa, maka administrasi harus lengkap. Selain itu pihak sekolah jangan sampai takut dengan media masa,” terangnya.
“Dari uang Rp. 560.000 saya baru nyicil setengahnya. Pihak sekolah juga berkata jika tidak segera di lunasi, maka anak saya tidak akan mendapatkan dulu seragam,” ujarnya.
Hasan juga mengatakan, anaknya merengek untuk segera melunasi. Karena merasa malu dan minder setelah mendapat perkataan dari guru. maka dari itu saya pun langsung melunasi nya
Hasan juga mengatakan, setelah proses pembayaran selesai siswa menerima siswa menerima selembar kain yang nantinya akan di jahit untuk di gunakan anaknya dalam acara perpisahan.
“Ya otomatis, saya harus kembali mengeluarkan buget untuk menjahit kain tersebut. Saya pikir uang Rp. 560.000 itu plus untuk pembuatan baju, karena dalam rincian ada tulisan untuk batik atas dan bawah, tapi kami hanya di berikan kain saja oleh pihak sekolah, jelas ini juga membebani kami sebagai orang tua,” tuturnya.
Lanjut Hasan menambahkan, selain di minta uang sejumlah 560 ribu, para siswa kelas 9 di sekolah tersebut juga di mintai uang senilai Rp. 50.000 untuk biaya pendaftaran ke jenjang selanjutnya jika ingin melanjutkan, dan uang sejumlah Rp. 35.000 untuk alasan biaya infaq.
” Ya saya juga kaget ketika anak bilang seperti itu, dan jika segala sesuatu yang menyangkut siswa itu di komersilkan oleh pihak sekolah. Seperti pengkolektifan pendaftaran ke tingkat SMA, lebih baik saya mendaftarkan anak saya sendiri saja,” pungkasnya.
BACA JUGA: Biaya Perpisahan di MTs Negeri 10 Dikeluhkan Orang Tua Murid
Hasan juga mengatakan, sebelumnya juga sebenarnya pernah di pinta sumbangan sebesar Rp. 300.000 untuk pembelian meubeler yang nantinya di gunakan untuk dua bangunan baru. Padahal menurut informasi baik kedua bangunan serta meubeler tersebut adalah hasil bantuan dari pemerintah.
BACA JUGA: Uang Perpisahan di MTs Negeri X Fantastis, Ini Kata Tokoh Setempat
“Setelah di cek, ternyata meubeler baik meja maupun kursi itu semuanya bekas, tidak terlihat ada yang baru sedikitpun,” pungkasnya.
Hingga berita ini di buat belum ada klarifikasi baik dari komite maupun pihak sekolah mengenai benar atau tidak nya adanya pungutan Rp. 300.000 dengan alasan pembelian meubeler. (Rizky/IP)

