BLT dan Insentif Dibagikan Pemdes Cibeureum
infopriangan.com, BERITA BANJAR . Pemerintah Desa Cibeureum menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 33 warga serta membagikan insentif kepada 109 orang dalam acara yang digelar di Aula Desa Cibeureum, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (21/3/2025).
Penyaluran BLT dan insentif ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah desa dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung para kader kesehatan, RT/RW, dan anggota Linmas yang telah menjalankan tugasnya.
Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan, dalam sambutannya menyatakan bahwa BLT diberikan untuk meringankan beban ekonomi warga yang terdampak kesulitan finansial. Sementara itu, insentif untuk 109 penerima terdiri dari 59 kader kesehatan, 28 ketua RT/RW, dan 22 anggota Linmas.
Menurut Yayan, insentif tersebut merupakan hak para penerima yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka di masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk memenuhi kewajiban tersebut, meskipun sempat mengalami keterlambatan pembayaran sejak Januari 2025.
“Kami ingin memastikan masyarakat, terutama mereka yang telah bekerja untuk desa, mendapatkan haknya. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga bentuk apresiasi atas kerja keras mereka,” kata Yayan.
Sati (80), salah satu warga penerima BLT, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya yang sudah lanjut usia dan tidak memiliki penghasilan tetap.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah desa yang selalu memperhatikan kami. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Sati.
Di sisi lain, Rustin (62), Ketua RW 04 yang mewakili para RT/RW di Desa Cibeureum, mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran insentif sejak Januari sempat menyulitkan banyak penerima. Namun, ia mengapresiasi langkah kepala desa yang akhirnya melunasi tunggakan insentif dari Januari hingga Maret.
“Insentif ini sangat berarti bagi kami. Kami berharap ke depan pembayaran bisa lebih lancar dan tepat waktu,” kata Rustin.
Keterlambatan pembayaran insentif ini bukan hanya terjadi di Desa Cibeureum, tetapi juga di desa-desa lain. Banyak penerima insentif yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada dana tersebut. Beberapa di antaranya bahkan mengaku harus berutang karena tidak ada kepastian kapan insentif cair.
Seorang kader kesehatan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keterlambatan ini berdampak pada motivasi kerja mereka di lapangan. Menurutnya, kader kesehatan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, terutama dalam program kesehatan ibu dan anak serta pencegahan penyakit.
“Kami bekerja untuk masyarakat, tapi kalau insentif terus terlambat, ini jadi beban bagi kami juga. Harapannya, ke depan lebih diperhatikan,” katanya.
Keterlambatan pembayaran insentif seperti yang terjadi di Desa Cibeureum menunjukkan perlunya perencanaan anggaran yang lebih baik di tingkat desa. Pemerintah desa harus memastikan bahwa dana untuk insentif tersedia tepat waktu agar tidak menghambat kesejahteraan penerima.
Sejumlah warga berharap agar pemerintah desa lebih transparan dalam mengelola anggaran, terutama terkait insentif bagi mereka yang bekerja untuk desa. Mereka juga meminta adanya sistem yang lebih jelas dalam pencairan dana, sehingga tidak ada lagi keterlambatan di masa mendatang.
BACA JUGA: Perhutani Ciamis Bagikan 552 Paket Sembako Mitra
Yayan Sukirlan berjanji akan terus berupaya agar insentif bisa diberikan secara tepat waktu ke depannya. Ia mengaku memahami kesulitan yang dihadapi para penerima dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan anggaran desa dikelola dengan lebih baik.
“Kami ingin program desa berjalan dengan lancar dan masyarakat mendapatkan haknya tanpa kendala,” ujarnya.
Warga berharap janji ini benar-benar ditepati agar mereka yang bergantung pada insentif dari pemerintah desa tidak lagi mengalami kesulitan akibat keterlambatan pembayaran. (Johan/infopriangan.com)








