BPBD Garut Kirim BKO Bantu Longsor Cisarua
infopriangan.com, BERITA GARUT. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengerahkan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk membantu proses pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini merupakan bentuk dukungan kemanusiaan serta sinergi antar-pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat bencana di Jawa Barat.
Bencana tanah longsor tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Cisarua dalam waktu cukup lama. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah di kawasan lereng menjadi labil, hingga akhirnya longsor dan menimbun permukiman warga yang berada di bawahnya. Akibat kejadian itu, puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, ratusan warga terdampak, dan sejumlah korban dilaporkan hilang tertimbun material tanah.
Sebagai respons cepat, BPBD Kabupaten Garut mengirimkan empat personel berpengalaman untuk bergabung dalam tim SAR gabungan. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut, Daris Hilman, bersama M. Raksa Perdana, Irsan Fauzan Ansori, dan M. Firdaus. Kehadiran tim BKO ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencarian serta mempercepat proses evakuasi korban.
Daris Hilman menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, tim BPBD Garut langsung melakukan koordinasi dengan pos komando yang berada di bawah kendali BPBD Kabupaten Bandung Barat dan Basarnas. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting agar seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja secara efektif dan terarah.
“Kami dari BPBD Kabupaten Garut langsung bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Sejumlah personel sudah diturunkan ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan,” ujar Daris, Rabu (28/1/2026).
Pada hari kedua operasi, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, BPBD Garut, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan melakukan pembagian wilayah pencarian ke dalam tiga zona. Zona Barat Bawah difokuskan pada area aliran material longsoran, Zona Tengah mencakup kawasan permukiman warga yang terdampak paling parah, sementara Zona Atas berada di sekitar mahkota longsoran yang dinilai masih berpotensi mengalami pergerakan tanah.
Pembagian zona tersebut dilakukan untuk memaksimalkan proses pencarian sekaligus menjaga keselamatan para petugas di lapangan. Setiap tim diwajibkan menerapkan prosedur keselamatan kerja secara ketat, mengingat kondisi medan yang masih labil dan berisiko.
BACA JUGA: Papi Café & Resto Hadirkan Kuliner Rooftop
Hingga Rabu siang (28/1/2026), kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau berawan. Meski sempat terjadi peningkatan kewaspadaan akibat indikasi pergerakan tanah susulan, situasi berhasil dikendalikan dan operasi pencarian tetap dilanjutkan. Seluruh kegiatan di lapangan berada di bawah pengawasan petugas keselamatan atau safety officer.
Sementara itu, data resmi mengenai jumlah korban meninggal, korban selamat, maupun korban yang masih dalam pencarian masih menunggu rilis berkala dari Incident Commander (IC) di bawah koordinasi Basarnas. BPBD Kabupaten Garut berharap keterlibatan personel BKO dapat membantu mempercepat proses evakuasi serta meringankan beban warga terdampak bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat. (Liklik)

