Bupati Ciamis dan Tokoh Agama Bersatu Cegah Kekerasan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Dalam rangka Tasyakur HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar silaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Islamic Center Ciamis, Rabu (20/8/2025).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Ciamis, pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, ormas Islam, hingga perwakilan media.
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyoroti meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayahnya. Ia menegaskan, permasalahan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Sejak Januari hingga awal Agustus 2025, tercatat 50 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah itu, 7 kasus merupakan kekerasan dalam rumah tangga, sementara 43 kasus lainnya adalah pelecehan seksual, bahkan menimpa anak usia sekolah dasar,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa angka tersebut kemungkinan jauh lebih kecil dibandingkan jumlah kasus nyata yang tidak dilaporkan. Kondisi ini menjadi alarm serius agar semua pihak bergerak melakukan langkah pencegahan.
“Ada anak kelas 5 SD yang hamil, bahkan ada kasus dengan korban lebih dari 10 orang. Situasi ini sangat memprihatinkan. Jika tidak segera kita kendalikan, dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang korban bisa berubah menjadi pelaku, dan lingkaran kekerasan akan terus berulang,” tegasnya.
Bupati Herdiat juga menyinggung pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu cepat. Menurutnya, tanpa pengawasan yang baik, hal tersebut dapat menjerumuskan generasi muda pada perilaku negatif.
BACA JUGA: Bupati Ciamis Tiba-tiba Datang ke Desa Sukasari
“Kita semua ingin menyongsong Indonesia Emas 2045. Namun cita-cita itu sulit tercapai bila generasi muda kita tidak memiliki akhlak mulia. Karena itu, pengawasan, pengendalian, serta pendidikan akhlak harus menjadi prioritas. Tanggung jawab ini bukan hanya milik pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Melalui momentum silaturahmi tersebut, Bupati Herdiat mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh elemen untuk menyatukan visi serta langkah nyata dalam melindungi generasi muda dari ancaman kekerasan seksual dan dampak negatif perkembangan zaman. (Eddy/infopriangan.com)

