Bupati Ciamis Hadiri Haul Ke-29 KH Moh Sirodj

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M. menghadiri peringatan Haul ke-29 almarhum KH. Moh. Sirodj, pendiri Pondok Pesantren Al-Qur’an Cijantung, yang digelar di komplek pesantren tersebut, Kabupaten Ciamis. Minggu, (21/12/2025).

Kehadiran kepala daerah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan pemerintah terhadap peran ulama dalam membangun fondasi pendidikan keagamaan dan karakter masyarakat.

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302

Bupati menyebut bahwa jasa ulama tidak hanya tercatat dalam sejarah keagamaan, tetapi juga dalam perjalanan sosial daerah.

“Ulama memiliki peran strategis dalam menjaga nilai, moral, dan arah peradaban umat,” ujarnya.

Kegiatan haul tersebut dihadiri oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih beserta jajaran, unsur Forkopimda Kabupaten Ciamis, para alim ulama, kyai sepuh, santri, alumni, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah.

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pesantren tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian penting dari ekosistem sosial dan kebangsaan. Bupati menilai momentum haul bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan ruang refleksi bersama.

“Haul adalah pengingat agar kita tidak melupakan akar perjuangan dan nilai yang diwariskan para pendahulu,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan penghormatan mendalam kepada almarhum KH. Moh. Sirodj yang dikenal sebagai sosok ulama sederhana, konsisten, dan teguh dalam memperjuangkan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa Pondok Pesantren Al-Qur’an Cijantung tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang penuh keterbatasan.

“Pesantren ini berdiri karena keimanan, keikhlasan, dan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an, bukan karena kemewahan fasilitas,” ungkapnya.

Bupati menilai dari pesantren inilah lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pesantren tidak semata diukur dari jumlah santri, tetapi dari kontribusi nyata alumninya di tengah masyarakat.

“Ilmu tanpa akhlak tidak akan memberi manfaat luas bagi umat,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa warisan terbesar seorang ulama bukanlah harta atau bangunan fisik, melainkan ilmu yang bermanfaat dan keteladanan yang terus hidup. Ia mengingatkan bahwa haul menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran akan nilai amal jariyah.

“Usia manusia berakhir, tetapi ilmu yang bermanfaat, amal jariyah, dan doa anak-anak saleh akan terus mengalir pahalanya,” ucapnya.

Di tengah tantangan perubahan zaman, Bupati Herdiat menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk terus bersinergi dengan pesantren. Ia menyebut bahwa modernisasi tidak boleh menggerus jati diri pesantren sebagai pusat pendidikan moral dan spiritual.

“Pesantren harus maju, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ciamis secara langsung menyerahkan buku biografi KH. Moh. Sirodj yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA: Musda ke-6 PAN Banjar Konsolidasi, Aep Kembali Pimpin

Bupati menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan jejak perjuangan ulama sebagai aset sejarah daerah.

“Kami ingin generasi muda mengenal tokoh-tokoh ulama bukan dari cerita lisan semata, tetapi dari dokumentasi yang dapat dipelajari secara utuh,” pungkasnya. (Kusmana)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan