Bupati dan Wakil Wabup Cirebon Fokus 12 Program Prioritas

infopriangan.com, BERITA CIREBON.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menargetkan 12 program prioritas dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon. Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan program 100 hari kerja ini sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan mereka. Ia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat agar target yang sudah disusun dapat direalisasikan.

“Atas izin Pak Bupati, saya menggelar rapim dengan kepala perangkat daerah untuk membahas 100 hari kerja. Insyaallah, kami optimistis bisa menjalankannya,” kata Agus usai rapat pimpinan di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Senin (24/2/2025).

Dalam rapat tersebut, hadir juga para camat se-Kabupaten Cirebon. Mereka diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah agar program yang dicanangkan dapat berjalan maksimal hingga ke tingkat kecamatan.

Agus menyebutkan bahwa program prioritas yang akan dijalankan melibatkan berbagai dinas, termasuk Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

“Ada 12 program prioritas. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pelayanan BPJS, perizinan, dan sektor pendidikan. Kami juga akan mendorong sekolah unggulan di jenjang SD dan SMP,” ujarnya.

Di sektor infrastruktur, Pemkab Cirebon akan fokus pada perbaikan dan pembangunan jalan. Menurut Agus, hal ini telah dibahas bersama Dinas PUTR agar pelaksanaannya segera dimulai.

Ia menambahkan, realisasi program infrastruktur akan disesuaikan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami akan rapat dengan TAPD dalam beberapa hari ke depan untuk menyesuaikan anggaran dengan program yang sudah dirancang,” kata Agus.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i, menyatakan bahwa program yang dicanangkan cukup realistis. Pemkab Cirebon telah melakukan kalkulasi finansial agar program-program tersebut tidak hanya menjadi wacana.

“Memang ada kendala dari sisi mekanisme keuangan, terutama untuk infrastruktur. Tapi minimal launching program bisa dilakukan di 100 hari kerja,” ungkap Hilmy.

Ia mencontohkan, untuk sektor pendidikan, Pemkab Cirebon akan mulai renovasi ruang kelas serta membangun kelas baru. Namun, penyelesaiannya tetap bergantung pada proses administrasi dan ketersediaan anggaran.

“Minimal kita mulai dulu di 100 hari kerja. Kalau penyelesaiannya butuh waktu lebih lama, itu soal teknis yang harus disesuaikan,” tambahnya.

Selain realisasi program, Pemkab Cirebon juga akan memperkuat pengawasan agar program 100 hari kerja berjalan sesuai rencana. Agus menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus memberikan laporan berkala terkait progres di lapangan.

BACA JUGA: Ratusan Nelayan Pangandaran Terima Bantuan Paceklik

“Kami tidak ingin program ini hanya menjadi seremonial. Harus ada hasil konkret yang dirasakan masyarakat,” kata Agus.

Ia juga meminta dukungan masyarakat agar program-program yang dicanangkan bisa berjalan dengan baik. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan warga sangat penting agar kebijakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dengan dicanangkannya 12 program prioritas ini, Pemkab Cirebon optimistis bisa mewujudkan pemerintahan yang lebih responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan target dalam 100 hari kerja bisa tercapai. (Pi Anggara/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan