Bupati Garut Minta Camat-Kades Perkuat Mitigasi
infopriangan.com, BERITA GARUT. Bupati Garut menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di wilayahnya untuk melakukan mitigasi bencana secara masif dan berkelanjutan. Instruksi ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya potensi bencana alam yang dipicu oleh kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Bupati Garut menegaskan bahwa upaya pencegahan bencana tidak bisa ditunda dan harus dimulai dari tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat. Ia meminta para pemangku wilayah untuk lebih aktif mengedukasi dan menggerakkan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kita tidak boleh hanya diam menunggu apa yang terjadi. Semua itu harus ada ikhtiar,” tegasnya.
Menurutnya, keyakinan terhadap takdir atau Qudrah dan Iradah Allah SWT tidak boleh dijadikan alasan untuk bersikap pasif terhadap ancaman bencana. Ia menilai bahwa keimanan justru harus diwujudkan melalui usaha nyata dan langkah pencegahan yang terukur.
Bupati Garut menyampaikan bahwa salah satu faktor yang diduga kuat memicu bencana alam yang terjadi belakangan ini adalah alih fungsi lahan yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan alam di satu wilayah bisa menjadi peringatan bagi wilayah lain.
“Kalau kita tidak hati-hati, mungkin saja bencana serupa terjadi di tempat kita,” ujarnya.
Bupati Garut juga secara khusus menyoroti kondisi hutan di sejumlah lokasi yang telah beralih fungsi dari kawasan dengan tegakan pohon keras menjadi lahan dengan tanaman berakar dangkal. Menurutnya, perubahan tersebut sangat berisiko karena tidak mampu mengikat tanah dengan kuat, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir.
Bupati Garut menilai bahwa lemahnya pengawasan dan pembiaran terhadap kerusakan lingkungan akan berujung pada meningkatnya kerentanan masyarakat terhadap bencana. Oleh karena itu, ia meminta camat dan kepala desa untuk tidak sekadar bersifat imbauan, tetapi juga berani mengambil langkah tegas sesuai kewenangan.
“Camat dan Kepala Desa saya minta untuk tidak bosan-bosannya menghimbau, mengajak, bahkan memerintahkan warga untuk menjaga lingkungan,” katanya.
Ia menekankan bahwa gerakan menjaga lingkungan harus dilakukan sebelum bencana terjadi, bukan setelah muncul korban jiwa atau kerugian materi. Menurutnya, pola pikir reaktif harus diubah menjadi preventif demi keselamatan masyarakat.
“Jangan menunggu ada bencana atau ada korban baru kita bergerak,” ujarnya menegaskan. Selasa, (27/01/2026).
Selain pendekatan persuasif, Bupati Garut juga mendorong optimalisasi penggunaan anggaran untuk kegiatan mitigasi bencana. Ia menilai bahwa dana pencegahan jauh lebih bermanfaat dibandingkan harus digunakan untuk penanganan darurat pascabencana.
“Mendingan dana itu dikumpulkan dan diupayakan untuk mitigasi pencegahan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pengurus Pramuka Kwarran Purwadadi Resmi Dilantik
Sebagai langkah konkret dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Garut berencana meluncurkan gerakan penanaman pohon keras secara masif di berbagai wilayah rawan bencana. Program ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah dan memulihkan fungsi ekologis lingkungan.
Bupati Garut memastikan bahwa ketersediaan bibit pohon telah dipersiapkan melalui koordinasi dengan lembaga terkait. Ia optimistis program tersebut dapat segera direalisasikan dengan dukungan semua pihak.
“Insyaallah bibitnya sudah bisa kita dapatkan, saya sudah berkomunikasi dengan lembaga terkait,” tandasnya. (Liklik)

