Cegah Ganjal ATM, Polisi Perketat Pengawasan
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kejahatan dengan modus ganjal ATM terus terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kota Tasikmalaya. Untuk mencegah aksi kriminal ini, Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota meningkatkan pengawasan dengan rutin memeriksa kondisi mesin ATM di wilayahnya.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, melalui Kasat Samapta AKP Hartono, menegaskan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keamanan nasabah saat bertransaksi. Menurutnya, kejahatan ganjal ATM sering kali terjadi karena kelengahan pengguna, sehingga polisi berupaya meminimalisasi risiko dengan pengecekan berkala.
“Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi prioritas kami. Dengan pengecekan rutin, kami ingin memastikan tidak ada alat mencurigakan yang dipasang oleh pelaku kejahatan,” ujar AKP Hartono, Senin (10/2/2025) malam.
Modus ganjal ATM bukanlah hal baru. Pelaku biasanya memasang benda asing pada slot kartu untuk menghambat transaksi. Saat nasabah panik karena kartu tertelan, pelaku berpura-pura menawarkan bantuan. Dengan dalih membantu, pelaku mengarahkan korban untuk memasukkan PIN beberapa kali. Setelah korban pergi, pelaku mengambil kartu yang tersangkut dan menggunakan PIN yang telah diperoleh untuk menguras saldo korban.
Kejahatan ini sering terjadi di lokasi ATM yang minim pengawasan, terutama pada malam hari. Meski banyak nasabah yang sudah mengetahui modus ini, masih ada saja yang menjadi korban. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan kewaspadaan masyarakat masih perlu ditingkatkan.
AKP Hartono mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan ATM, terutama jika mesin tampak mencurigakan atau mengalami kendala teknis. Ia meminta nasabah untuk selalu memeriksa kondisi mesin sebelum digunakan dan segera melapor jika menemukan sesuatu yang tidak wajar.
“Jangan mudah percaya pada orang yang menawarkan bantuan, apalagi jika bukan petugas resmi. Jika kartu tertelan atau transaksi gagal, segera hubungi bank terkait,” tegasnya.
Selain pengecekan rutin oleh kepolisian, peran pihak perbankan juga sangat penting dalam mencegah kejahatan ini. AKP Hartono mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan bank untuk meningkatkan sistem keamanan ATM.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan bank antara lain memasang CCTV berkualitas tinggi di setiap ATM, memastikan lokasi mesin berada di tempat yang aman dan terang, serta memberikan informasi kepada nasabah mengenai modus kejahatan yang sering terjadi.
Namun, kenyataannya masih ada ATM yang tidak dilengkapi kamera pengawas atau memiliki pencahayaan buruk, terutama di daerah pinggiran kota. Kondisi ini jelas menguntungkan pelaku kejahatan.
“Kami mengimbau perbankan untuk lebih serius dalam meningkatkan keamanan ATM, baik dari segi teknologi maupun pengawasan. Kejahatan ini tidak akan berkurang jika hanya polisi yang bertindak tanpa dukungan dari pihak bank,” kata AKP Hartono.
Selain itu, teknologi keamanan seperti sistem deteksi benda asing di slot kartu dan pemberitahuan otomatis kepada bank jika terjadi gangguan pada mesin juga perlu diterapkan lebih luas. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan kasus kejahatan ganjal ATM dapat ditekan secara signifikan.
Meskipun berbagai langkah telah dilakukan, kesadaran masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam menghindari kejahatan ini. Banyak kasus yang terjadi karena korban panik dan terburu-buru menerima bantuan dari orang asing.
BACA JUGA: Lailah Dzikrayah: Tradisi Peralihan Kepemimpinan di Ciamis
AKP Hartono berharap nasabah lebih teliti dan tidak mudah panik saat menghadapi masalah di ATM. Jika kartu tertelan atau mesin mengalami gangguan, langkah terbaik adalah segera menghubungi call center bank dan menghindari interaksi dengan orang yang mencurigakan.
“Kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan agar kejahatan seperti ini tidak terjadi. Namun, kewaspadaan dari masyarakat juga sangat diperlukan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, diharapkan Kota Tasikmalaya tetap aman dari aksi kriminal yang menyasar nasabah bank. Keamanan perbankan bukan hanya tanggung jawab polisi atau bank, tetapi juga masyarakat yang harus selalu waspada dalam bertransaksi. (AA Fauzy/infopriangan com)

