Ciamis Dorong Masjid Ramah dan Pesantren Tematik

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berinovasi dalam bidang keagamaan dengan menghadirkan dua program unggulan: Lonceng Anugerah Masjid Ramah dan Pesantren Tematik. Program ini diinisiasi oleh Pemkab Ciamis bekerja sama dengan Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan DKM Masjid Agung Ciamis. Senin, (10/03/2025).

Ketua DKM Masjid Agung Ciamis, H. Wawan S. Arifin, menyebutkan bahwa program ini merupakan yang pertama di Jawa Barat, bahkan di tingkat nasional.

“Kami ingin meningkatkan kualitas masjid sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan di berbagai kalangan,” ujarnya.

Sepanjang Maret 2025, empat jenis pesantren akan digelar dengan total peserta lebih dari 450 orang.

  1. Pesantren SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah

Pesantren ini akan melibatkan 100 siswa dari berbagai sekolah dan madrasah. Kegiatan berlangsung pada 10–12 Maret 2025 di Islamic Center Ciamis. Tujuan utamanya adalah membentuk karakter religius remaja sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap ajaran Islam.

  1. Pesantren Lansia

Jenis pesantren ini menjadi yang paling menarik perhatian karena disebut sebagai “Pesantren Lansia”. Acara akan digelar pada 15–17 Maret 2025 di Masjid Agung Ciamis, dengan jumlah peserta mencapai 257 orang. Hingga saat ini, belum banyak informasi yang dipublikasikan mengenai konsep dan materi yang akan diajarkan.

  1. Pesantren SMP dan Madrasah Tsanawiyah

Pesantren ini dirancang untuk siswa tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah. Sebanyak 50 siswa akan mengikuti program ini pada 18–19 Maret 2025 di Islamic Center Ciamis. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar akidah, fiqih, dan pembinaan akhlak.

  1. Pesantren Jurnalis – Inovasi di Dunia Media

Dari semua pesantren yang digelar, Pesantren Jurnalis menjadi yang paling inovatif. Program ini diikuti oleh 45 jurnalis dari berbagai media dan akan dilaksanakan pada 14 dan 21 Maret 2025 di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.

Wawan menjelaskan bahwa tujuan utama pesantren ini adalah memperkaya pemahaman jurnalis terhadap Islam agar mereka bisa menyajikan berita yang lebih berimbang dan berbasis kebenaran. “Media sering kali hanya mengejar sensasi tanpa memahami esensi ajaran Islam yang sebenarnya,” kata Wawan. Ia berharap setelah mengikuti pesantren ini, jurnalis dapat lebih objektif dalam memberitakan isu-isu keislaman.

Selain pesantren, Pemkab Ciamis juga meluncurkan Lonceng Anugerah Masjid Ramah, sebuah penghargaan bagi masjid yang dikelola secara profesional dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Sebanyak 100 masjid dipilih sebagai peserta, terdiri dari: 27 Masjid Besar, 50 Masjid Jami,19 Masjid Pelayanan atau Masjid Musafir, yang terletak di pinggir jalan untuk melayani musafir.

Penilaian akan dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu:

Tata Kelola Masjid (20%). Administrasi, kepemimpinan, serta transparansi dalam pengelolaan keuangan dan aset.

Kemakmuran Masjid (60%). Kegiatan keagamaan, peran sosial, serta kontribusi masjid dalam membangun masyarakat religius dan harmonis.

Pembangunan dan Pemeliharaan (20%). Kondisi fisik masjid, kebersihan, serta keberlanjutan pembangunan.

Proses penilaian akan berlangsung dari Maret hingga November 2025. Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis serta sumbangan dari pihak-pihak yang tidak mengikat.

BACA JUGA: Ribuan Honorer Banjar Tolak Penundaan Pengangkatan

Dengan adanya Lonceng Anugerah Masjid Ramah dan Pesantren Tematik, diharapkan masjid di Ciamis tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Masjid yang dikelola dengan baik dapat menjadi pusat edukasi, pembangunan karakter, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pesantren Jurnalis menunjukkan bahwa Ciamis tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan tradisional, tetapi juga berupaya menyesuaikan Islam dengan perkembangan zaman.

Program ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah nyata untuk membangun masyarakat yang religius, cerdas, dan berdaya saing. Keberlanjutan program ini bergantung pada dukungan masyarakat serta komitmen pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai Islam yang inklusif dan progresif. (Eddy/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan