Ciamis Gelar Lomba Olahraga Tradisional untuk Lestarikan Budaya
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Lomba Olahraga Tradisional tingkat Kabupaten yang diikuti oleh perwakilan dari 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Atletik Linggasari ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter serta ajang pencarian bibit atlet berprestasi.
Ajang tahunan ini juga berfungsi sebagai wadah seleksi bagi para atlet yang akan mewakili Kabupaten Ciamis pada lomba olahraga tradisional tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ketua K3S SD Kecamatan Lakbok, Nanang Heryanto, menyampaikan apresiasi dan pandangannya terhadap pelaksanaan Invitasi Olahraga Tradisional (Oltrad) jenjang Sekolah Dasar se-Kabupaten Ciamis yang digelar pada hari Rabu (29/10/2025) di Lapangan Atletik Linggasari.
Menurut Nanang, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi dan hiburan bagi para siswa, tetapi juga menjadi wahana penting untuk melestarikan budaya Sunda yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan.
“Kegiatan olahraga tradisional seperti ini harus terus dilanjutkan setiap tahun. Selain menjaga warisan budaya Sunda, Oltrad juga menjadi langkah nyata untuk menyeimbangkan derasnya pengaruh teknologi dalam kehidupan anak-anak kita,” ujar Nanang.
Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa pelaksanaan Oltrad sejalan dengan program penguatan karakter melalui Gerakan Gapura Panca Waluya, khususnya dalam membentuk generasi Cageur sehat secara jasmani dan rohani.
Melalui permainan tradisional, anak-anak tidak hanya bergerak aktif dan bergembira, tetapi juga belajar nilai-nilai luhur seperti kerja sama, kejujuran, dan rasa saling menghormati.
BACA JUGA: Ciamis Tanamkan Karakter Lewat Olahraga Tradisional SD
“Dengan Oltrad, kita wujudkan generasi masa depan yang Cageur, sebagaimana cita-cita Gapura Panca Waluya anak-anak yang kuat, sehat, gembira, dan berakar pada budaya bangsanya sendiri,” tegasnya.
Nanang juga berharap agar kegiatan serupa terus mendapat dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat. Menurutnya, olahraga tradisional harus tetap hidup di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi digital yang kian pesat.
“Jika budaya bermain tradisional terus kita hidupkan, maka kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak kita agar tumbuh sehat, tangguh, dan berkarakter,” pungkasnya. (Eddy)

