Ciamis Hadapi Tantangan Stunting 23 Persen

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ciamis, sebuah kabupaten di Jawa Barat, kini menghadapi tantangan serius terkait stunting, masalah gizi kronis yang mempengaruhi anak-anak. Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triadi, menyebutkan angka stunting saat ini mencapai 23 persen berdasarkan data terbaru, menandakan perlunya langkah-langkah lebih intensif.

Dalam sambutannya di acara Penguatan Kapasitas Kelembagaan Desa bagi Kader Pembangunan Manusia, Andang menekankan pentingnya pemanfaatan data yang akurat. Ia menjelaskan bahwa perbedaan informasi dari survei lembaga lain mengharuskan mereka untuk bekerja dengan data yang dapat dipercaya untuk menentukan langkah intervensi dan pencegahan yang tepat.

Andang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurangi stunting dengan cara menanam sayuran di halaman rumah.

Ia juga menekankan pentingnya asupan protein dalam diet anak-anak. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat menanam sayuran bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat berkontribusi langsung dalam perbaikan status gizi anak-anak mereka.

Andang mengungkapkan komitmennya untuk mencapai target zero stunting pada tahun 2024. Ia menegaskan. “Jika kami ingin mencapai zero stunting, maka kesadaran masyarakat sangat diperlukan. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini,” jelas Andang.

Kader Pembangunan Manusia (KPM) di tingkat desa memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Mereka diharapkan mengedukasi warga mengenai pentingnya gizi seimbang dan membagikan informasi tentang praktik pertanian yang efektif agar masyarakat lebih memahami cara mengelola sumber daya.

Andang juga mengingatkan bahwa penanganan stunting mencakup aspek sanitasi dan kesehatan ibu. Andang berpendapat, dengan pendekatan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian, akan lebih efektif dalam mencapai hasil yang diharapkan.

Masyarakat perlu terus dibangkitkan kesadarannya mengenai pentingnya gizi dan kesehatan anak. Melalui program-program yang mendorong partisipasi aktif, Andang berharap prevalensi stunting di Ciamis dapat menurun secara signifikan.

“Keberhasilan dalam penanganan masalah ini akan berdampak positif pada kesehatan anak-anak saat ini dan masa depan mereka,” katanya.

BACA JUGA: Menteri AHY Selesaikan Studi Doktoral Cumlaude

Dengan potensi besar yang dimiliki, Ciamis dapat memperbaiki kondisi gizi anak. Jika dukungan dan partisipasi dari semua elemen masyarakat terjalin dengan baik, target zero stunting pada tahun 2024 bisa menjadi kenyataan.

“Jika semua pihak bersatu, generasi mendatang di Ciamis akan menjadi lebih sehat dan lebih produktif,” pungkasnya. (Sari/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan