Ciamis Mulai Ujikom Nasional 2025 untuk Perkuat SDM Aparatur

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi memulai gelombang terbaru Uji Kompetensi (Ujikom) Nasional bagi 674 Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelaksanaan ujian yang berlangsung sejak Selasa (2/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025) di Aula BKPSDM ini menjadi bagian dari program nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam memperkuat sistem merit dan manajemen talenta ASN.

Ujikom Nasional bertujuan menghadirkan data kompetensi ASN yang lebih akurat, digital, dan terintegrasi. Informasi kompetensi tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis kinerja, potensi, serta kebutuhan organisasi. Program ini sekaligus mendukung agenda reformasi birokrasi untuk mewujudkan aparatur negara yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063

Pemkab Ciamis di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan bahwa penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur menjadi salah satu pilar utama dalam visi “Ciamis Maju dan Berkelanjutan”. Pemerintah daerah menilai bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya menjadi tuntutan nasional, tetapi juga kebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan pelayanan publik masa depan.

Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi, melalui Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur, Diki Darusman, menjelaskan bahwa penunjukan Ciamis sebagai lokasi ujikom merupakan bentuk kepercayaan BKN terhadap kesiapan daerah.

“Ujikom ini merupakan program nasional untuk menyediakan data ASN secara menyeluruh melalui profil ASN terintegrasi, demi percepatan sistem merit dan manajemen talenta,” ujar Diki.

Gelombang tahun 2025 ini menjadi lanjutan dari rangkaian pemetaan kompetensi yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan PNS di Ciamis sebelumnya telah mengikuti ujikom, dan tahun ini 674 peserta dari berbagai jenjang jabatan kembali dipetakan. Ujian berlangsung dalam dua sesi setiap hari dengan pengawasan langsung dari enam perwakilan BKN. Sesi pertama dilakukan pukul 08.00–12.00 WIB, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB.

Seluruh rangkaian ujian menggunakan sistem berbasis digital yang terkoneksi langsung dengan database nasional. Diki menegaskan bahwa sistem tersebut telah dirancang untuk memastikan hasil ujian terintegrasi otomatis ke profil digital masing-masing PNS.

“Seluruh proses menggunakan sistem digital yang langsung terhubung ke database nasional. Hasilnya otomatis terintegrasi tanpa proses manual,” jelasnya.

Ujikom Nasional mengacu pada dua regulasi penting, yaitu PermenPAN-RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN serta PermenPAN-RB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN. Berdasarkan regulasi tersebut, penilaian dalam ujikom mencakup empat domain utama: kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, potensi, literasi digital, serta preferensi karier. Selain itu, penilaian turut mengukur kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah, kecerdasan adaptif, hingga integritas pegawai. Diki menyebutnya sebagai “pemetaan talenta 360 derajat”.

Hasil ujikom akan digunakan sebagai dasar berbagai kebijakan pengembangan SDM, mulai dari penempatan jabatan, rencana pelatihan, hingga rekomendasi pengembangan lanjutan.

“PNS dengan talenta tinggi akan didorong mengisi posisi strategis sesuai sistem merit,” ujar Diki.

Peserta yang belum mencapai standar kompetensi tidak dinyatakan gagal, tetapi diarahkan untuk mengikuti program pengembangan lebih lanjut. Hasil ujikom sendiri berlaku selama tiga tahun, dan peserta yang berhalangan hadir dapat mengikuti gelombang berikutnya.

BACA JUGA: Jembatan Bailey Cikaleho Dibuka dengan Pembatasan

Dari sekitar 9.000 PNS di Kabupaten Ciamis, sebagian besar telah mengikuti pemetaan kompetensi pada gelombang sebelumnya. Tahun ini, 674 peserta kembali dipetakan, dan proses akan terus berjalan hingga seluruh ASN memiliki rekam jejak kompetensi digital yang lengkap.

Diki menegaskan bahwa Ujikom Nasional bukan sekadar agenda administratif, tetapi langkah strategis menuju birokrasi modern.

“Dengan data kompetensi yang terukur dan terintegrasi, Kabupaten Ciamis memperkuat posisinya sebagai daerah yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas SDM aparatur,” pungkasnya. (Eddy)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan