Ciamis Raih Anugerah Kebersihan Jabar Akhir 2025

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali mencatatkan prestasi di bidang lingkungan hidup pada penghujung tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Herdiat Sunarya, Kabupaten Ciamis meraih Penghargaan Anugerah Bhakti Kebersihan Makuta Binokasih 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kinerja daerah dalam pengelolaan sampah dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Penghargaan itu diserahkan pada acara Anugerah Wira Dharma Jawa Barat yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Institut Teknologi Bandung, Selasa, 30 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri para kepala daerah, pimpinan perangkat daerah, serta pemangku kepentingan di bidang lingkungan hidup se-Jawa Barat.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada daerah yang memiliki komitmen kuat dan kinerja nyata dalam pengelolaan lingkungan,” ujar perwakilan Pemprov Jawa Barat dalam sambutannya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai Kabupaten Ciamis mampu menunjukkan konsistensi kebijakan, sinergi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Penilaian tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan visual, tetapi juga pada sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya bersih di permukaan, tetapi harus menyentuh perubahan perilaku, sistem, dan keberlanjutan,” tegasnya.

Atas prestasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis memperoleh insentif anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp15 miliar. Insentif ini diberikan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 109/PBLS.04/DLH tentang Penyelenggaraan Adipura Berbasis Lintas Sektor Tahun 2025. Insentif tersebut diharapkan dapat memperkuat program lingkungan yang telah berjalan.

“Insentif ini bukan hadiah semata, melainkan amanah agar daerah terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan,” kata pihak Pemprov Jawa Barat.

Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga masyarakat. Ia menekankan bahwa capaian ini tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama dan sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan pengelolaan sampah ke depan masih besar,” ujar Bupati Herdiat.

Herdiat menambahkan bahwa pemerintah daerah akan menjadikan penghargaan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kebijakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan ekonomi sirkular. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

“Tanpa keterlibatan aktif masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari sumber, program sebesar apa pun tidak akan efektif,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Giyatno menjelaskan Anugerah Bhakti Kebersihan Makuta Binokasih sendiri bertujuan memperkuat peran aktif pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah, meningkatkan partisipasi publik, serta membangun rantai nilai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir melalui pendekatan ekonomi sirkular. Program ini juga diarahkan untuk mendukung penurunan emisi gas rumah kaca.

BACA JUGA: BNNK Ciamis Tegaskan Perang Narkoba Butuh Peran Semua Pihak

“Target akhirnya adalah terwujudnya zero waste dan zero emission pada tahun 2050,” jelas Giyatno.

Selain itu, penghargaan ini mendorong terwujudnya kota-kota yang bersih dan teduh melalui penyediaan ruang terbuka hijau publik. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat, nyaman, dan berestetika, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Gani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan