CSR Dukung Fasilitas Ramah Lingkungan di Sentra Batik Cirebon
infopriangan.com, BERITA CIREBON. Pemerintah Kabupaten Cirebon dan beberapa perusahaan bekerja sama untuk mendukung industri batik lokal melalui program CSR.
Bantuan lebih dari satu miliar tersebut bertujuan membangun fasilitas ramah lingkungan bagi 1.450 perajin batik di delapan desa.
Fokus utamanya adalah meningkatkan keberlanjutan melalui pengolahan limbah dan peralatan produksi yang lebih bersih.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, H. Hilmy Riva’i, menjelaskan bahwa banyak perajin batik yang masih minim fasilitas pengolahan limbah.
“Kami berharap, dengan adanya bantuan CSR ini, perajin bisa tetap produktif sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.
Dalam pandangannya, lingkungan yang terjaga akan mendukung industri batik yang terus berkembang secara berkelanjutan.
Hilmy juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi peluang memperkenalkan batik Cirebon, terutama motif Mega Mendung, yang memiliki daya tarik unik.
“Kami bangga motif batik Cirebon dikenal luas di tingkat nasional,” tambahnya.
Menurutnya, pengenalan produk lokal akan berdampak positif terhadap nilai tambah dan kualitas industri batik di Cirebon.
Di lain pihak, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Perajin Batik Indonesia (APPBI), Komarudin Kudiya, melihat aspek lingkungan sebagai kunci untuk meningkatkan daya saing.
“Industri batik memerlukan pengelolaan limbah yang baik agar bisa berkompetisi di pasar global,” katanya.
Ia berharap inisiatif ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan industri batik yang berwawasan lingkungan.
Khrisma Fitriasari, Head of Corporate Communications and Government Affairs Mondelez Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan.
“Kami percaya bahwa melestarikan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kharisma menjelaskan bahwa kerja sama dengan perajin batik juga berarti berkontribusi dalam pelestarian budaya sekaligus lingkungan.
BACA JUGA: Seorang Siswa SMP di Pangandaran Viral karena Mirip Wakil Presiden Gibran
Melalui program CSR ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon dan perusahaan-perusahaan yang terlibat berupaya menciptakan industri batik yang berkelanjutan.
Harapan mereka adalah agar batik Cirebon tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi contoh bagi industri ramah lingkungan.
Inisiatif ini, diharapkan, dapat mendorong batik Cirebon sebagai produk budaya yang bertanggung jawab terhadap alam. (Fii/infopriangan.com)

