Desa Cigayam Diprotes, Dana Desa 2024 Tidak Jelas

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Puluhan warga Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, menggelar aksi protes di kantor desa pada Jumat (27/12/2024). Mereka menuntut transparansi terkait pengelolaan Dana Desa tahun 2024 yang dinilai tidak jelas, terutama dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan pembangunan infrastruktur yang mangkrak.

Koordinator aksi, Yanto, menjelaskan bahwa protes ini muncul akibat ketidakjelasan alokasi anggaran Dana Desa selama tahun berjalan. Menurutnya, banyak program pembangunan infrastruktur yang terhenti tanpa alasan yang jelas, termasuk penyaluran BLT tahap empat yang hingga kini belum diterima masyarakat.

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063

“Banyak proyek infrastruktur yang mangkrak, dan yang paling menyedihkan, BLT yang seharusnya menjadi hak masyarakat pun belum disalurkan hingga sekarang,” tegas Yanto di hadapan warga yang berkumpul.

Yanto juga menambahkan bahwa warga menuntut pemerintah desa untuk segera memberikan penjelasan yang transparan terkait siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan anggaran tersebut.

“Kami meminta kepala desa dan perangkatnya untuk terbuka soal siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan anggaran Dana Desa. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat Desa Cigayam juga meminta agar kepala desa beserta perangkatnya bertanggung jawab penuh dan, jika diperlukan, mengundurkan diri dari jabatan mereka.

“Jika tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini, kami mendesak kepala desa dan perangkatnya untuk mundur. Namun sebelum itu, mereka harus mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan,” ujar Yanto dengan nada tegas.

Menanggapi protes tersebut, Kepala Desa Cigayam, Dodi Heryadi, mengakui bahwa kondisi pengelolaan Dana Desa di desanya memang sedang kacau. Ia secara terbuka meminta maaf kepada seluruh warga atas amburadulnya pengelolaan anggaran yang telah dipercayakan kepadanya.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat Desa Cigayam atas ketidakjelasan pengelolaan anggaran Dana Desa, baik untuk BLT maupun infrastruktur,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Dodi juga mengakui bahwa dana yang seharusnya dialokasikan untuk BLT dan pembangunan infrastruktur kini sudah tidak ada di kas desa.

“Saya tidak sanggup menyalurkan BLT atau melanjutkan pembangunan infrastruktur karena dananya memang sudah tidak ada,” jelasnya dengan wajah penuh penyesalan.

Lebih lanjut, Dodi menyatakan bahwa ia menyerahkan nasibnya sepenuhnya kepada masyarakat. Menurutnya, apapun keputusan yang diambil warga, ia siap menerima konsekuensinya.

“Saya serahkan nasib saya kepada masyarakat. Jika harus mundur, saya siap. Jika ada konsekuensi lain, saya juga akan menerimanya dengan lapang dada,” tambahnya.

Meski desakan keterbukaan terus disuarakan, Dodi mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci ke mana aliran anggaran tersebut. Ia hanya memastikan bahwa dana tersebut sudah tidak tersedia.

“Intinya, dana untuk BLT maupun infrastruktur sudah tidak ada. Saya siap bertanggung jawab atas semuanya,” ujarnya lagi.

Meski situasi sempat memanas, mediasi antara kepala desa dan warga akhirnya membuahkan kesepakatan. Pemerintah Desa Cigayam berjanji akan menyalurkan BLT tahap empat pada Selasa, 31 Desember 2024.

Namun, ketika warga menanyakan soal kelanjutan pembangunan infrastruktur yang mangkrak, Dodi dengan jujur mengakui bahwa pihaknya tidak sanggup untuk menyelesaikannya dalam waktu dekat.

“Untuk pembangunan infrastruktur, saya harus akui kami tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya saat ini,” ungkapnya.

Yanto, mewakili warga, menyatakan bahwa masyarakat akan memantau janji tersebut dan tidak akan tinggal diam jika penyaluran BLT kembali molor.

“Kami akan terus mengawasi janji ini. Jika pada 31 Desember nanti BLT tidak disalurkan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar,” tegasnya.

Aksi protes ini mencerminkan keresahan mendalam warga Desa Cigayam terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran desa. Masyarakat berharap masalah ini dapat segera diselesaikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji.

BACA JUGA: Pemdes Dawagung Bagikan 85 Sertifikat PTSL

Dengan adanya kesepakatan terkait penyaluran BLT, warga berharap pemerintah desa dapat segera memenuhi komitmennya. Namun, isu terkait pembangunan infrastruktur yang terbengkalai masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pihak terkait.

Protes ini bukan hanya sekadar ungkapan kekecewaan, tetapi juga panggilan bagi seluruh perangkat desa untuk bertanggung jawab atas mandat yang telah diberikan oleh masyarakat. Jika tidak ada perubahan signifikan, masyarakat tampaknya siap melanjutkan perjuangan mereka demi keadilan dan transparansi di Desa Cigayam. (Rizky, Revan/infopriangan,com)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan