Desa Saguling Baru Gelar HUT Meski Usia 94 Tahun
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, untuk pertama kalinya menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun Desa pada Rabu, 30 April 2025. Acara sederhana namun khidmat ini digelar di aula kantor desa dan dilanjutkan dengan ziarah ke situs-situs makam leluhur.
Meski sejarah keberadaan Desa Saguling diyakini sudah ada sejak abad ke-15, tepatnya 23 Maret 1480 Masehi, namun secara administratif, pemerintahan desa baru terbentuk pada 23 Maret 1931. Artinya, pada tahun 2025 ini, usia pemerintahan desa telah mencapai 94 tahun.
Kepala Desa Saguling, Otong Sutarman, mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelenggaraan milangkala pertama ini. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai tonggak sejarah penting yang selama ini belum pernah dilaksanakan secara resmi.
“Kalau bicara sejarah, kita sudah tahu bahwa Desa Saguling ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tapi secara pemerintahan, baru tahun ini kita bisa memperingatinya. Alhamdulillah, ini menjadi awal yang baik untuk mengenang jasa para leluhur,” ujar Otong dalam sambutannya.
Dalam arahannya, Otong juga menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai kekeluargaan dan kerukunan antarmasyarakat. Ia menilai, modal sosial tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun desa agar lebih maju dan mandiri.
“Kami ingin Desa Saguling ini terus berkembang, masyarakatnya sejahtera, lingkungannya aman, nyaman, dan tentram. Tapi semua itu hanya bisa tercapai kalau masyarakat dan pemerintah desa berjalan seirama,” tegasnya.
Acara milangkala diawali dengan dzikir dan doa bersama yang dihadiri oleh seluruh unsur masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah desa, ketua TP PKK, para kepala desa se-Kecamatan Baregbeg, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat. Setelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke situs-situs bersejarah dan makam para leluhur yang selama ini menjadi bagian dari identitas Desa Saguling.
Salah satu sesepuh desa yang turut memberikan sambutan menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu yang membangun desa tanpa pamrih.
“Dulu para leluhur kita berjuang bukan karena gaji, bukan karena jabatan. Mereka bekerja karena cinta kepada kampung halamannya. Itu yang harus kita tiru hari ini,” ucapnya penuh haru.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong dan kebersihan lingkungan. “Gotong royong adalah warisan bangsa yang harus terus dijaga. Kebersihan lingkungan bukan hanya soal fisik, tapi juga mencerminkan hati dan pikiran masyarakatnya,” tambahnya.
Selain itu, Kepala Desa juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat ikut serta mengawal penggunaan Dana Desa dan anggaran lainnya agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan konflik sosial di kemudian hari.
“Dana Desa itu bukan milik kepala desa, bukan juga milik segelintir orang. Itu hak seluruh warga. Maka dari itu, penggunaannya harus transparan dan sesuai hasil musyawarah,” katanya.
Penutupan acara dilakukan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Tatang, tokoh agama setempat. Dalam doanya, ia berharap agar Desa Saguling dijauhkan dari segala musibah serta warganya diberi keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan lahir batin.
BACA JUGA: Banjar Siap Terapkan Program Militerisasi Remaja
“Semoga Desa Saguling ini menjadi desa yang tidak hanya maju secara fisik, tapi juga kuat dalam spiritual dan sosialnya,” ucap Ustadz Tatang.
Peringatan milangkala pertama ini menjadi bukti bahwa sejarah dan budaya lokal memiliki tempat penting dalam pembangunan desa. Tidak cukup hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan jati diri dan arah masa depan desa.
Dengan dimulainya tradisi peringatan hari jadi ini, masyarakat Saguling diharapkan tidak melupakan akar sejarahnya, dan sekaligus menjadikan momen tersebut sebagai pijakan menuju desa yang lebih mandiri, adil, dan berdaya saing. (Eddy/infopriangan.com)

