Desa Tanjungpura Perketat Pintu Masuk Desa
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Untuk menangkal penyebaran virus corona warga Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, perketat akses jalan pintu keluar masuk desa.
Setiap warga yang datang dari luar desa dan pengunjung desa yang masuk diperiksa ketat dan disemprotkan cairan disinfektan. Serta di perikasa suhu tubuh dan di lakukan pendatan oleh perugas gabungan yang terdiri dari Pemerintah Desa,TNI, Polri serta sejumlah organiasasi kepemudan desa setempat.
Tindakan ini dilakukan memudahkan tingkat pengawasan, terhadap warga dari luar daerah yang berkunjung ke desa tersebut.
Tak hanya itu, warga desa setempat juga diberlakukan hal sama. Warga desa yang baru tiba di desa setelah melakukan perjalanan jauh atau keluar untuk bekerja, harus diperiksa dan menjalani sterilisasi disinfektan.
Camat Rajapolah Drs Yana Heryana mengaku, tindakan penjagaan ketat pintu masuk desa yang dilakukan warga desa ini mulai berlaku satu pekan lalu hingga kini.
Kebijakan ini dibuat desa setelah dibentuknya Posko Penangangan Covid-19. “Jadi, kami tugaskan Petugas Gabungan dan aparat desa memeriksa setiap warga luar dan warga desa yang kembali ke desa,” katanya.
“Kalau warga luar hanya keluyuran, kami tidak berikan masuk akses ke desa. Namun, benar-benar keperluan yang pentingnya dan mendesak baru kami berikan masuk,” terang Yana. Rabu, (01/03/2020).
“Penjagaan pintu masuk desa rencananya akan terus diberlakukan baik pagi, siang hingga malam hari, selama batas waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.
“Apalagi akhir-akhir ini perkembangan penyebaran Covid-19, makin memprihatinkan khususnya di wilayah Tasikmalaya,” tambahnya.
Selain melakukan penjagaan ketat pada daerah perbatasan desa, pihaknya juga memberikan imbauan meminta warga desa menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.
Kemudian tidak melakukan bepergian keluar rumah, tidak menerima tamu dari luar kalau hanya tujuan tidak penting atau silaturahmi biasa. Dan membatalkan jika ada acara keramaian atau hajatan besar menyangkut keramaian.
“Jaga ketat pintu masuk desa untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Selain dengan penyemprotan desinfektan di rumah-rumah warga,” pungkasnya. (Aa Fauzi/IP)

