Dirut PDAM Pastikan Tidak Ada Senyawa Kimia Dalam Lumpur

infopriangan.com, BERITA CIAMIS.  Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Galuh Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Cece Hidayat pastikan tidak ada senyawa zat kimia dalam lumpur yang dibawa oleh limbah PDAM saat di alirkan ke irigasi pengairan.

Hal tersebut diungkapkan Cece saat ikut menghadiri mediasi dengan para petani. Dilaksanakan di Aula Desa Purwadadi terkait persoalan lumpur sisa limbah PDAM yang selama ini dikeluhkan oleh mereka.

Menurut Cece Hidayat mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah memastikan tidak adanya senyawa kimia seperti yang di katakan masyarakat. Apalagi sampai membuat para petani di wilayah itu mengalami gagal panen.

“Sebetulnya dalam limbah sama sekali tidak mengandung senyawa zat kimia seperti kaporite. Karena limbah tersebut merupakan hasil pemisahan antara air bersih dan kotor yang lebih dahulu di simpan di SDB,” jelasnya.

Lanjut Cece, saat ini pihaknya akan melakukan pengkajian bagaimana agar pemisahan air bersih dengan limbah berupa air kotor yang di tampung dalam bak, tidak sampai menghasilkan lumpur, apalagi sampai mengalir ke sistem irigasi.

“Selama ini kami belum menerima informasi di daerah mana pun bahwa limbah yang dihasilkan dari PDAM bisa membuat gagal panen. Namun hal ini akan kami kaji kembali,” ujarnya.

Cece juga mengatakan, dalam proses mediasi dengan petani tersebut pihaknya menerima beberapa keluhan dari para petani seperti terkait penumpukan sedimen lumpur, juga keinginan agar PDAM tidak membuang limbah itu ke irigasi pengairan.

“Semua keluhan itu kami tampung, dan sudah ada solusinya, diantara solusi tersebut, kami pihak PDAM menawarkan penambahan massa pengerukan limbah. Dari yang biasanya hanya setahun dua kali, menjadi satu tahun tiga kali,” tuturnya.

Namun pihaknya juga tidak menutup diri, jika para petani menginginkan adanya pengerukan limbah misalnya dalam kurun waktu satu bulan sekali.

“Kami akan penuhi, dan jika mereka sepakat dalam waktu dekat ini kami akan realisasikan biaya pemeliharaannya,” tambahnya.

Cece juga menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan untuk segera memenuhi permintaan petani terkait membangun saluran pembuangan limbah yang langsung dialirkan ke sungai dalam waktu dekat.

BACA JUGA: Bupati Garut Akan Bangun Jembatan Wareng

“Hal itu dikarenakan harus ada tahapan-tahapan yang kami lakukan terlebih dahulu. Seperti berkoordinasi dengan LH, mempersiapkan perizinan, juga mempersiapkan modal pembangunan,” ucapnya.

Cece mengatakan, apa yang dikeluhkan oleh para petani, pihaknya akan menyampaikan ke pihak pemerintah daerah, dan mudah-mudahan ada solusi terbaik kedepannya. (Rizky/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan