Disparbud Pangandaran Hadirkan Seni Tradisional di Destinasi Wisata
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) meluncurkan program baru untuk memperkuat daya tarik wisata daerah. Bersama Dewan Kebudayaan Daerah (DKD), Disparbud akan menghadirkan pertunjukan seni tradisional di berbagai destinasi unggulan.
Kepala Disparbud Pangandaran, Nana Sukarna, mengatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur wisatawan, tetapi juga untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal. Ia menilai, keindahan alam Pangandaran perlu diseimbangkan dengan kekuatan identitas budaya masyarakatnya.
“Kami ingin keindahan alam Pangandaran berjalan seiring dengan pelestarian dan promosi tradisi yang kami miliki,” ungkapnya saat diwawancarai, Jumat (12/06/2025).
Nana menjelaskan, beberapa seni khas daerah seperti ronggeng gunung, lebon, dan badud akan ditampilkan secara berkala di destinasi seperti Pantai Pangandaran, Pantai Karapyak, Batu Hiu, Green Canyon, Batu Karas, dan Pantai Madasari. Ia menegaskan bahwa pertunjukan ini akan memiliki jadwal tetap sehingga wisatawan dapat menikmati seni tradisional secara terencana.
“Dengan begitu, wisatawan bisa menyaksikan tidak hanya panorama alam yang indah, tapi juga merasakan atmosfer budaya yang otentik dan hidup,” ujarnya.
Menurutnya, pertunjukan seni tradisional ini tidak hanya akan menjadi atraksi tambahan, tetapi juga dapat tumbuh menjadi ikon pariwisata yang membedakan Pangandaran dari daerah lain.
“Ke depan, seni tradisional bukan hanya menjadi pelengkap wisata, melainkan ikon yang memperkuat identitas Pangandaran di mata dunia,” tegas Nana.
Langkah ini juga dianggap sejalan dengan prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan, yang menekankan keterpaduan antara pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Pengurus Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Pangandaran, Wawang Dermawan, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan, seni tradisional tidak boleh hanya dipentaskan di ruang tertutup atau saat upacara adat saja, tetapi juga harus hadir di ruang publik yang lebih luas.
“Dengan bersinergi bersama pemerintah, kami berharap Pangandaran dapat berkembang menjadi destinasi wisata berkelas dunia yang menjadikan budaya sebagai daya tarik utamanya,” kata Wawang.
BACA JUGA: Turnamen Bola Voli KDS Cup 2025 Sukses Digelar
Wawang juga menilai program ini sebagai langkah penting dalam memperluas jangkauan seni daerah serta menciptakan ruang bagi regenerasi pelaku seni.
“Kegiatan ini bisa menjadi wadah regenerasi. Para seniman muda akan lebih termotivasi untuk terus berkarya dan mencintai budaya mereka sendiri,” tambahnya.
Pemerintah daerah memastikan bahwa program ini akan dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Selain memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan, pertunjukan seni tradisional diharapkan dapat memperkuat karakter budaya masyarakat Pangandaran. (KMP/infopriangan.com)

