Distan Ciamis Monitoring Irigasi Pompa Air di Banjaranyar
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung produktivitas pertanian, salah satunya melalui monitoring dan evaluasi pembangunan irigasi pompa air (irpom) di Kecamatan Banjaranyar. Rabu, (16/07/2025).
Monitoring ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung agar program bantuan dari Kementerian Pertanian benar-benar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya para petani. Irigasi pompa air sendiri merupakan salah satu program strategis untuk mendukung Luas Tambah Tanam (LTT) dan ketahanan pangan nasional.
Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Ciamis, Titin Kartini, mengatakan bahwa pembangunan irigasi tersebut merupakan program pusat melalui APBN yang bertujuan untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Bantuan ini adalah bagian dari upaya mendukung swasembada pangan. Harapan kami, petani bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” jelas Titin.
Dalam pelaksanaan monitoring, Titin menyebutkan bahwa secara umum tidak ditemukan kendala berarti, baik dalam pembangunan fisik maupun dalam aspek teknis penyaluran air. Namun, ada beberapa catatan teknis kecil yang perlu diperbaiki.
“Pemasangan listrik pada beberapa titik masih perlu pembenahan. Tapi secara keseluruhan, progresnya berjalan baik,” ujarnya.
Titin menambahkan bahwa setelah proses pembangunan rampung, irigasi pompa air tersebut akan diserahkan kepada kelompok tani setempat untuk dikelola secara mandiri. Serah terima ini nantinya akan dituangkan dalam berita acara resmi.
“PPK akan melakukan serah terima ke kelompok tani, lengkap dengan dokumen berita acara sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tambahnya.
Menurut hasil identifikasi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, hingga kini terdapat sekitar 65 titik lokasi di Kabupaten Ciamis yang membutuhkan bantuan serupa. Namun, kuota bantuan tahun 2025 ini hanya tersedia untuk 10 titik saja.
“Mudah-mudahan sisanya bisa terealisasi pada tahun-tahun mendatang,” harap Titin.
Titin juga mengingatkan para petani agar bisa memanfaatkan bantuan irpom ini sebaik-baiknya. Sebab, program ini menggunakan dana APBN yang harus dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin petani bisa meningkatkan produksi dan tidak lagi mengalami kekurangan air saat musim tanam,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Banjaranyar, Ujang Darsono, mengatakan bahwa bantuan irpom di wilayahnya mampu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian seluas 40 hingga 60 hektare.

BACA JUGA : Pelantikan Pengurus PGRI Ciamis 2025, Guru Bermutu Maju
“Di Banjaranyar ada dua kelompok tani yang menerima bantuan ini, dan saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 95 persen,” ungkapnya.
Namun demikian, Ujang menyebutkan bahwa selain irigasi, sebagian besar petani di Banjaranyar justru membutuhkan pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi untuk menunjang pertanian.
“Kami sudah ajukan permohonan bantuan sumur bor dan pipanisasi, dan sekarang sedang dalam proses identifikasi. Mudah-mudahan segera terealisasi,” tutupnya. (Revan,Rizky/infopriangan.com)

