DOB Garsela, Sudah Sampai Manakah?
infopriangan.com, BERITA GARUT. Daerah Otonomi Baru Garut Selatan (DOB Garsela) sudah lama didengungkan sejak tahun 2014. Warga menyambutnya dengan penuh harapan.
Namun harapan tinggal harapan, sampai hari ini DOB Garsela belum juga terwujud. Warga, terutama di kalangan bawah bertanya-tanya. Sebab, masyarakat kalangan bawah tidak ingin tahu tentang proses pembentukan DOB baru.
Yang jelas, mereka hanya pernah mendengar bahwa wilayah Garut bagian selatan akan terpisah dari Kabupaten Garut, dan membentuk DOB baru.
Salah seorang Koordinator Wilayah (Korwil) Pembentukan DOB Garsela, Dani Muldani, SKM., mengatakan, memang benar Garsela sudah layak menjadi sebuah kabupaten. Luasnya yang mencapai 3.074 Km persegi.
Sementara itu, yang ingin bergabung menjadi DOB Garsela terdiri dari 15 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Pamulihan, Bungbulang, Caringin, Talegong, Cisewu, Mekarmukti, Cikelet, Pameungpeuk, Cibalong, Cisompet, Cihurip, Banjarwangi, Peundeuy, dan Kecamatan Singajaya.
Menurut Dani, sebetulnya pembentukan DOB Garsela telah mendapat persetujuan dari pihak Pemkab dan DPRD Garut. Begitu juga pihak Pemprov dan DPRD Jawa Barat.
“Namun mentoknya di Pemerintah dan DPR Pusat. Sebab, Pulau Jawa termasuk kedalam moratorium untuk pembentukan DOB,” kata Dani di kediamannya. Kamis, (06/10/2022).
Didampingi Korwil DOB lainnya, Dani mengajak kepada seluruh warga Garut Selatan untuk bersama-sama berjuang dan mendesak Pemerintah pusat agar Moratorium DOB segera dicabut.
Lebih jauh Dani mengungkapkan, bahwa masyarakat harus paham tentang tujuan pembentukan DOB Garsela.
Menurut Dani, pembentukan DOB Garsela memiliki tujuan diantaranya:
1. Secara politik, untuk mempercepat terwujudnya demokratisasi masyarakat melalui Parpol dan DPRD.
2. Secara administratif, mempercepat pembagian urusan pemerintahan pusat dan daerah sehingga Garsela tidak lagi menjadi daerah tertinggal. Selain itu, juga untuk pemanfaatan SDM yang ada dalam hal pelayanan pada masyarakat.
BACA JUGA: Bupati Terima Audiensi dari Asosiasi Klinik Ciamis
3. Secara ekonomi, mendongkrak peningkatan indeks pendapatan masyarakat dan daerah. Misalnya pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan dan pusat perekonomian.
“Semuanya itu bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Dani. (Liklik Sumpena/IP)

