DPRD Provinsi Jabar Memulihkan Ekonomi UMKM

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H akan fokus membantu memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak pemberlakuan PPKM Darurat dan Pandemi Covid-19. Sabtu (07/08/2021).

Menurutnya PPKM dinilai telah memukul kondisi ekonomi masyarakat, terutama ekonomi masyarakat di pedesaan, salah satunya yaitu para pelaku UMKM yang ada di pedesaan, saat diwawancarai disekretariat Gerindra.

“Para pelaku UMKM yang ada di pedesaan tersebut nantinya akan didata dari sisi kesiapannya. Selanjutnya UMKM itu akan dilakukan pembinaan baik itu dari sisi pemasaran, pelatihan-pelatihan dan juga dari sisi permodalan,” ungkapnya.

“Seperti kita ketahui perekonomian sangat berdampak dengan adanya PPKM Darurat dan juga Pandemi Covid-19 yang sudah 2 tahun ini melanda,” lanjutnya.

Hasil dari Reses III Tahun 2020-2021 yang dilakukan di 4 Desa di Kabupaten Ciamis, yaitu diantaranya di Desa Mekarjaya, Sukamaju, Pusakanagara dan Ciakar.

Program yang menjadi fokus perhatian saat ini yaitu pemulihan ekonomi, pemberdayaan perempuan, kesehatan dan juga pendidikan.

Sementara jika membahas dari segi pendidikan, banyak orangtua siswa yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kuota internet. Sehingga paket kuota internet sudah menjadi kebutuhan pokok.

Pihaknya berinisiatif akan mendirikan Rumah Belajar Tina Wiryawati. Menurutnya Rumah Belajar Tina Wiryawati itu menyediakan fasilitas sarana belajar full Wifi.

BACA JUGA: Polsek Cisaga Gelar Gerai Vaksin

Jadi bagi masyarakat atau orangtua siswa yang merasa kesulitan untuk membeli paket internet, maka solusinya kami sediakan Rumah Belajar Tina Wiryawati.

BACA JUGA: Pelaksanaan Gerai Vaksin di Kota Banjar

Saat ini kata Hj. Tina, Rumah Belajar Tina Wiryawati sudah Launching dan baru di dirikan di Kabupaten Pangandaran, dan sudah bisa digunakan menjadi sarana fasilitas belajar anak. (Vie Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan