Duh, Harga Pisang Garsela Semakin Murah
infopriangan.com, BERITA GARUT. Harga pisang jenis Garsela di di Kabupaten Garut bagian selatan kini dikeluhkan petani, sebab harga pisang tersebut tidak sebanding dengan mahalnya harga pupuk dan pemeliharaan.
Seperti halnya diungkapkan salah seorang petani pisang asal Cisewu Garut, Dadang. “Sudah tiga tahun, kami tidak lagi berkebun pisang. Kami beralih ke tanaman lain,” tuturnya.
Dadang mengatakan, harga pisang di tingkat petani berkisar Rp. 1.300,- sampai dengan Rp.1.500,- setiap kilo gram. Itu berlaku untuk jenis pisang berkategori A. Untuk pisang berkategori B, harganya bisa kurang dari seribu perak per kilo gram.
Ditempat terpisah petani asal Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Sumarna mengaku telah menggnati kebun pisangnya dengan kebun jagung.
Begitu juga dengan Agus, petani asal Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dia juga mengatakan dirinya pernah merugi. “Dulu sebelum terjadi wabah Covid-19 harga pisang bisa tembus Rp.2.500 sampai Rp.3.000 per kilo di tingkat petani. Sekarang, harganya murah,” ujarnya.
Selain Agus juga mengatakan, teknis penjualan pisang yang terjadi dibawa dulu oleh tengkulak, kemudian dibayar setelah pisang laku dijual olehnya.
Biasanya pisang asap Kabupaten Garut Selatan dikirim ke kota-kota besar. Seperti Bandung, Tangerang, dan Jakarta. Tapi belakangan ini para bandar kecil pisang sudah tidak ada pagi aktivitas. Sebab, mereka merasa sering merugi. karenwbharga pisang di beberapa pasar induk memang sedang melemah. Sementara dana operasional pengiriman terus melonjak.
“Akibat lemahnya harga pisang kami kini beralih ke usaha jual yang kain. Seperti petai, jagung dan gabah,” tutur Yadi pengusaha asal kecamatan Pameungpeuk, Garut.
Tapi lain halnya dengan Maman, petani pisang asal Cisompet. Maman mensiasati dengan membuka usaha baru, dengan membuat berbagai macam keripik pisang.
“Karena harga anjlok saya mensiasati dengan mengolah pisang menjadi berbagai jenis kripik,”:pungkasnya. (Liklik Simpenan/IP)

