Empat Siswa SDN 3 Sagalaherang Lolos O2SN
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebanyak empat siswa dari SDN 3 Sagalaherang berhasil melaju ke Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten setelah meraih kemenangan di tingkat kecamatan Panawangan. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus tantangan bagi para atlet muda untuk membuktikan kemampuan mereka di tingkat yang lebih tinggi.
O2SN merupakan ajang kompetisi olahraga antar pelajar yang bertujuan mengasah bakat, membentuk karakter sportif, serta mencari bibit-bibit unggul di bidang olahraga. Kompetisi ini digelar secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Pada ajang O2SN tingkat kecamatan, SDN 3 Sagalaherang mengirimkan sembilan siswa untuk bertanding di berbagai cabang olahraga. Dari sembilan peserta tersebut, empat siswa berhasil meraih kemenangan dan berhak melaju ke tingkat kabupaten. Mereka adalah:
Nurma Salsabila Putri – Cabang Olahraga Karate
Cantika Dewi – Senam Artistik Putri
Dafa Rifqi Adhari – Senam Artistik Putra
Adisti Anindia – Kids Atletik
Keempat siswa ini akan mewakili Kecamatan Panawangan di O2SN tingkat Kabupaten Ciamis.
Kepala SDN 3 Sagalaherang, Eli, menyampaikan apresiasi atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, hasil ini menunjukkan bahwa kerja keras dan semangat berlatih membuahkan hasil yang membanggakan.
“Saya bangga anak-anak berhasil lolos ke tingkat kabupaten. Ini adalah bukti bahwa mereka memiliki potensi besar. Saya berharap mereka tidak cepat puas dan terus meningkatkan kemampuan,” ujar Eli.
Namun, ia juga menekankan bahwa kemenangan di tingkat kecamatan hanyalah langkah awal. Persaingan di tingkat kabupaten akan jauh lebih ketat karena melibatkan para juara dari kecamatan lain. Oleh karena itu, persiapan yang lebih matang menjadi kunci untuk menghadapi tantangan berikutnya.
O2SN tingkat Kabupaten Ciamis akan diselenggarakan pada Selasa-Rabu, 11-12 Februari 2025, di lima lokasi berbeda:
Stadion Atletik Linggabuana – untuk cabang atletik
Kolam Renang Gunung Daweg – untuk cabang renang
GOR Miftahussalam – untuk cabang bulu tangkis dan karate
Aula SMPN 1 Cijeungjing – untuk cabang pencak silat
GOR SDN 4 Sindangrasa – untuk cabang senam artistik
Menjelang kompetisi, para siswa yang lolos ke tingkat kabupaten terus menjalani latihan intensif. Kepala sekolah menegaskan bahwa latihan ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan teknik olahraga, tetapi juga membangun mental juara.
“Persaingan di tingkat kabupaten pasti lebih berat. Tapi saya ingin anak-anak melihat ini sebagai kesempatan, bukan tekanan. Mereka harus berlatih lebih giat, baik secara fisik maupun mental,” tegas Eli.
Semangat para siswa terlihat saat menjalani sesi latihan. Nurma Salsabila Putri, atlet karate yang akan berlaga di tingkat kabupaten, menyampaikan bahwa ia tidak ingin terlalu terbebani dengan hasil akhir.
“Menang atau kalah itu hanya bagian dari proses. Yang penting saya sudah berlatih dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Pernyataan ini mencerminkan sikap sportif yang harus dimiliki oleh setiap atlet muda. Dalam olahraga, kemenangan memang menjadi tujuan, tetapi proses belajar dan pengalaman bertanding jauh lebih berharga.
Meski bangga dengan pencapaian para siswanya, Eli juga mengingatkan bahwa pembinaan atlet usia dini harus lebih diperhatikan. Menurutnya, banyak potensi yang terhambat karena kurangnya fasilitas dan dukungan yang memadai di tingkat sekolah dasar.
“Anak-anak ini punya potensi besar. Tapi tanpa dukungan yang baik, bakat mereka bisa terhenti di tengah jalan. Kita butuh lebih banyak perhatian terhadap pembinaan atlet muda, termasuk fasilitas latihan dan program pembinaan berkelanjutan,” kritiknya.
Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk lebih serius dalam membina atlet muda. Jika ingin mencetak juara di tingkat nasional, pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan sejak usia dini.
BACA JUGA: Puskesmas Cigayam Gratiskan Layanan bagi yang Ultah
Terlepas dari berbagai tantangan, Eli berharap pengalaman di O2SN ini menjadi pelajaran berharga bagi para siswanya. Ia berpesan agar mereka tidak mudah menyerah dan terus berusaha mencapai yang terbaik.
“Pengalaman adalah guru terbaik. Jangan mengeluh, jangan putus asa. Tetap semangat dan raih semua mimpimu!” pungkasnya.
O2SN bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana bagi para siswa untuk berkembang, belajar disiplin, dan membangun mental juara. Semoga para atlet muda dari SDN 3 Sagalaherang bisa memberikan yang terbaik di tingkat kabupaten dan melangkah lebih jauh ke jenjang berikutnya. (Saepuloh/infopriangan.com)

