Festival Coffee Rajadesa Art and Culture: Merayakan Budaya dan Kesejahteraan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Festival Coffee Rajadesa Art and Culture, yang diadakan di Lapangan Ranggamandala, Dusun Cintanagara, Desa Purwaharja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, bertujuan merayakan kekayaan budaya dan seni lokal serta memperkenalkan kopi khas Rajadesa.
Ketua penyelenggara Kiki mengatakan, acara ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat, termasuk petani kopi dan seniman lokal, untuk saling berinteraksi dan mempromosikan produk unggulan daerah. Sabtu, (28/09/2024).

“Salah satu tujuan utama festival Coffee ini adalah memperkenalkan kopi khas Rajadesa, yang dikenal memiliki cita rasa unik,” kata Kiki.
Kiki juga berharap, melalui festival ini, masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai produk lokal. “Kita ingin meningkatkan permintaan kopi Rajadesa sehingga kesejahteraan petani kopi dapat terjaga,” ungkap salah seorang panitia.
Festival ini juga bertujuan merayakan seni dan budaya lokal. Dalam rangkaian acara, berbagai pertunjukan seni akan ditampilkan.
“Kami ingin menunjukkan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Rajadesa kepada semua pengunjung,” jelas seorang seniman lokal,” kata Kiki.
Beberapa rangkaian acara yang bisa diikuti oleh pengunjung antara lain:
- Pameran Kopi: Pengunjung dapat menikmati berbagai jenis kopi khas Rajadesa yang ditawarkan oleh para petani dan pengusaha lokal. Selain itu, akan ada informasi mengenai proses produksi kopi, mulai dari budidaya hingga pengolahan.
- Workshop dan Demonstrasi: Dalam festival ini, diadakan workshop tentang teknik penyeduhan kopi dan pengolahan biji kopi. Para ahli akan berbagi ilmu dan pengalaman mereka.
- Pameran Kesenian dan Kerajinan Tangan: Festival ini juga menampilkan berbagai karya seni dan kerajinan tangan dari seniman lokal. Pengunjung bisa membeli karya-karya tersebut sebagai oleh-oleh, mendukung para seniman dan pengrajin setempat.
- Pertunjukan Seni: Rangkaian acara seni akan menampilkan pertunjukan musik dan tari dari berbagai komunitas.
- Diskusi Panel: Sesi diskusi melibatkan para ahli, petani kopi, dan pelaku industri. Diskusi ini membahas tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para petani kopi.
Kiki juga menjelaskan, festival ini sangat terbuka untuk semua kalangan, dari masyarakat umum hingga wisatawan.
“Kami mengajak semua orang untuk terlibat dan merayakan kekayaan budaya kita,” ujar Kiki.
Kiki juga berharap masyarakat lokal dapat menyajikan makanan dan minuman khas daerah, menjadikan festival ini sebagai ajang kuliner lokal yang kaya rasa.
“Kami akan memperkenalkan berbagai hidangan tradisional yang akan memanjakan lidah pengunjung,” tambah Kiki.
Sementara Kepala Desa Purwaraja Badri berharap dengan adanya festival ini bisa ber di ampak pada ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Rajadesa.
“Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Badri.
Badri berharap festival ini menjadi agenda tahunan yang dapat menarik lebih banyak pengunjung dari luar daerah. “Kita ingin menjadikan Rajadesa sebagai destinasi wisata kopi yang terkenal,” pungkasnya.

BACA JUGA: Turnamen Voli Sebagai Wadah Pemberdayaan Pemuda
Badri menabahkan, “Festival Coffee Rajadesa Art and Culture” adalah sebuah inisiatif yang merayakan kekayaan budaya dan seni lokal, serta berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani kopi dan pelaku UMKM.
“Bergabunglah bersama kami dan nikmati keindahan seni, cita rasa kopi, dan kehangatan masyarakat Rajadesa di festival ini,” seru Badri. (Redaksi/infopriangan.com)

