Festival Muharram Dorong Kreativitas Santri dan UMKM
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman, mengapresiasi pelaksanaan Festival Muharram yang digelar oleh Balai Galuh Rancage. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah besar dalam mendorong kreativitas santri dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ciamis. Sabtu, (12/07/2025).
“Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada Balai Galuh Rancage yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ujar Andang saat memberikan sambutan pada pembukaan festival. Ia menilai, pelaksanaan Festival Muharram ini menjadi tonggak perubahan penting bagi perkembangan ekonomi kreatif di daerah.
Andang menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak, terutama dari kalangan pondok pesantren dan UMKM, dalam festival ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat Ciamis. “Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah ruang praktik, promosi, dan kolaborasi yang sangat nyata,” tambahnya.
Menurut Andang, membangun ekonomi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, kata dia, komitmen untuk memulai dari hal-hal kecil yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat.
“Ekosistem ekonomi itu sangat dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas ritel dan kreatif seperti ini. Kita tidak bisa berharap sesuatu yang besar terjadi tanpa memulai dari langkah kecil dan konkret,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan memfasilitasi ruang-ruang kreatif bagi UMKM, khususnya di wilayah Priangan Timur. “Mudah-mudahan dari kegiatan ini tumbuh UMKM-UMKM hebat, yang bisa membanggakan tidak hanya Ciamis, tetapi juga Jawa Barat dan bahkan Indonesia,” kata Andang penuh harap.
BACA JUGA: JMMPPP Desak DPRD Ciamis Panggil RS Permata Bunda
Festival Muharram ini menjadi ajang berkumpulnya berbagai pelaku UMKM lokal, santri, serta komunitas kreatif untuk menampilkan produk, karya seni, hingga pertunjukan budaya Islami. Selain menjadi wahana hiburan dan edukasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat identitas budaya dan ekonomi masyarakat berbasis pesantren.
Balai Galuh Rancage selaku penggagas menyampaikan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis spiritual dan budaya. Mereka berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Sebagai penutup, Andang Firman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kita perlu kerja sama antara pemerintah, komunitas, pondok pesantren, dan pelaku usaha. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal membangun masa depan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Eddy, infopriangan.com)

