FLS3N Ciamis 2025, Ajang Uji Bakat dan Karakter

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2025 resmi digelar di SDN Cijeunjing 1, Selasa (5/5/2025). Sebanyak 270 siswa dari 27 kecamatan mengikuti ajang bergengsi ini yang mempertandingkan tujuh cabang lomba seni dan sastra, yakni pidato, seni tari, pantomim, tembang solo, mendongeng, dan melukis. Kegiatan ini melibatkan 21 juri dari berbagai latar belakang seni dan pendidikan.

Korwas Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Uned, membuka acara dengan pesan yang tegas namun menginspirasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba atau kompetisi antar sekolah.

“Yang lebih penting dari sekadar menang adalah kesempatan untuk saling mengenal dan belajar dari satu sama lain,” ujar Uned di hadapan peserta dan pendamping.

Uned juga mengajak guru dan kepala sekolah agar tidak hanya fokus mendukung siswanya menang, melainkan juga mendorong mereka untuk menjalin pertemanan dan membangun jejaring. “Sudah saatnya kita mendidik anak-anak untuk tidak hanya melihat yang lain sebagai lawan, tetapi sebagai sesama pembelajar,” katanya.

Uned menyoroti pentingnya objektivitas dan integritas dewan juri dalam menilai peserta. Menurutnya, hanya dengan penilaian yang netral dan adil, talenta-talenta terbaik bisa benar-benar muncul dan layak dikirim ke tingkat provinsi bahkan nasional. “Saya titip kepada dewan juri, laksanakan tugas ini dengan tanggung jawab. Jika kita adil, kita akan menemukan bibit unggul yang benar-benar potensial,” pesannya.

Dalam konteks pembinaan karakter, Uned memberikan penekanan khusus kepada seluruh peserta agar tidak menjadi tinggi hati ketika meraih juara. Ia berkata,

“Siapapun nanti yang menang, jangan jumawa. Ini bukan akhir dari perjuangan, tapi awal untuk terus berkembang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Uned juga menyampaikan harapannya agar sekolah-sekolah tidak menjadikan ajang seperti FLS3N hanya sebagai agenda tahunan yang formalitas belaka. Ia menginginkan agar pembinaan seni dan sastra dijadikan program berkelanjutan di sekolah.

“Bakat tidak lahir karena lomba, tapi karena dibina secara konsisten. Bukan hanya olahraga dan kecerdasan akademik yang perlu dikembangkan, tetapi juga moral. Itu yang lebih penting,” ucapnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Para guru pendamping menyambut positif penyelenggaraan FLS3N tahun ini karena dinilai mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas, mengasah keberanian tampil di depan umum, dan belajar menghargai karya orang lain.

Salah satu Kepala Sekolah SDN 3 Sagala Herang, Eli   mengaku bangga melihat antusiasme siswanya mengikuti lomba.

“Mereka terlihat semangat dan serius mempersiapkan diri. Ajang ini benar-benar jadi tempat belajar yang menyenangkan dan bermakna,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah pengamat pendidikan daerah menilai bahwa pelaksanaan FLS3N tahun ini harus menjadi cerminan dari komitmen dunia pendidikan Ciamis dalam membentuk generasi muda yang utuh: cerdas, terampil, dan berkarakter. Mereka mengingatkan bahwa ajang ini bukan sekadar ajang cari piala, tapi harus berdampak nyata terhadap pembentukan budaya literasi dan apresiasi seni di lingkungan sekolah.

BACA JUGA: Pelantikan Pejabat Baru Digelar di Kanwil

Jika diselenggarakan dengan konsisten dan evaluatif, FLS3N bisa menjadi motor penggerak gerakan pendidikan berbasis karakter yang selama ini hanya jadi slogan.

Kegiatan ini ditutup dengan suasana hangat dan kekeluargaan. Para peserta saling bertukar cerita dan menampilkan solidaritas meski berasal dari sekolah yang berbeda. Sebuah pemandangan yang membuktikan bahwa tujuan utama FLS3N bukan sekadar kompetisi, tetapi membentuk ekosistem pendidikan yang sehat dan inklusif. (Eddy Supriatna/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan