Gedung MTsN 3 Garut Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta
Infopriangan.com, BERITA GARUT. Gedung Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 (MTsN 3) Kabupaten Garut ambruk pada Rabu (27/2/2025). Bangunan berlantai dua itu diduga tidak kuat menahan beban setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi pihak sekolah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala MTsN 3 Garut, Wawan Suwandani, mengungkapkan bahwa gedung yang roboh terdiri dari tiga ruang kelas untuk kegiatan belajar-mengajar. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelum kejadian, sehingga pihak sekolah sama sekali tidak menduga akan terjadi insiden ini.
“Kami tidak menyangka gedung ini ambruk. Secara kasat mata, bangunannya masih terlihat kokoh,” kata Wawan. Ia menjelaskan, gedung tersebut sudah berdiri sejak 12 tahun lalu dengan konstruksi atap baja ringan.
Menurut Wawan, gedung tersebut memang sudah berusia lebih dari satu dekade, tetapi selama ini tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Namun, setelah hujan deras terus mengguyur, bangunan itu tiba-tiba roboh.
“Kami masih menunggu pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebabnya,” tambahnya.
Beberapa warga setempat juga menduga bahwa hujan deras menjadi penyebab utama runtuhnya bangunan tersebut. Harmaen, salah seorang warga yang tinggal di sekitar madrasah, mengatakan bahwa intensitas hujan di wilayah Cisewu memang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Sudah beberapa hari hujan turun tanpa henti. Mungkin bangunan ini tidak kuat menahan beban air yang meresap ke dalam struktur,” ujarnya.
Meski demikian, warga juga mempertanyakan kualitas bangunan tersebut. Harmaen menilai, jika konstruksinya benar-benar kuat, seharusnya bangunan berusia 12 tahun itu masih bisa bertahan lebih lama.
“Harus ada evaluasi apakah ada faktor lain, seperti menggunakan material yang tidak sesuai standar atau perawatan yang kurang,” katanya.
Ambruknya gedung ini menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi pihak sekolah. Selain menghancurkan tiga ruang kelas, peristiwa ini juga membuat sejumlah fasilitas sekolah rusak, termasuk meja, kursi, dan peralatan belajar lainnya.
Pihak sekolah kini tengah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Agama agar mendapatkan bantuan perbaikan secepatnya. Wawan berharap ada tindakan segera agar kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu dalam jangka waktu lama.
“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk membangun kembali gedung ini. Jika tidak segera menangani kejadian ini, tentu akan berdampak pada kegiatan belajar siswa,” katanya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh warga sekitar. Menurut Harmaen, sekolah adalah fasilitas penting bagi anak-anak di wilayah tersebut. Jika tidak segera memperbaiki bangunan, siswa akan kesulitan mendapatkan ruang belajar yang layak.
“Pemerintah harus bergerak cepat. Jangan sampai anak-anak kehilangan tempat belajar dalam waktu lama,” ujarnya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya perawatan dan pengawasan terhadap kondisi bangunan sekolah, terutama daerah yang sering terjadi hujan deras. Beberapa pihak menilai perlu adanya evaluasi terhadap kualitas bangunan di sekolah-sekolah lain agar kejadian serupa tidak terulang.
BACA JUGA : Forum Konsultasi Publik Bahas Rencana Kerja Perangkat Daerah 2026
Pemerintah dan pihak terkait mengharapkan segera melakukan audit terhadap kondisi bangunan sekolah, khususnya yang sudah berusia di atas 10 tahun. Jika menemukan bangunan yang rawan ambruk, perbaikan atau renovasi harus dilakukan sebelum terjadi bencana yang bisa membahayakan siswa dan tenaga pendidik.
Ambruknya gedung MTsN 3 Garut memang tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi peristiwa ini tetap menjadi peringatan bahwa keselamatan dan kualitas infrastruktur pendidikan harus menjadi prioritas utama. (Liklik Sumpena/infopriangan)

