Gerakan Transisi  Paud ke Pendidikan Dasar

infopriangan.com, TELISIK OPINI. Anak mempunyai titik berangkat yang berbeda-beda dari setiap keluarganya, tetapi setiap anak memiliki hak yang sama yaitu kemampuan fondasi agar anak bisa belajar sepanjang hayat ditingkatan manapun.
Gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah gerakan sama yang  mendasari transisi peserta Didik PAUD ke SD sederajat dengan cara menyenangkan dan dimulai sejak tahun ajaran baru.

Seperti yang di ungkapkan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Kata Nadiem kunci mewujudkan pembelajar sepajang hayat adalah transisi PAUD dan SD kelas awal yang mulus dan proses belajar yang menyenangkan.

Dia juga mengatakan, pendidikan itu suatu tuntunan di dalam tumbuhnya anak. Anak-anak itu seagai makhluk hidup, manusia, dan benda hidup, sehingga mereka hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri.

Saat ini miskonsepsi  tentang baca, tulis, hitung (calistung) pada pendidikan Anak usia Dini dan Pendidikan dasar kelas awal masih sangat kuat di masyarakat.
Tidak dibenarkan kemampuan anak di PAUD sangat berfokus pada calistung.Kemampuan calistung dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar dibangun cecara instan.

Seperti halnya di kutip dari pernyataan Ki Hajar Dewantara, “Kita kaum Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan-kekuatan itu agar dapat lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya itu”.

Membangun kemampuan pada anak perlu dilakukan secara bertahap dan dalam cara yang menyenangkan, agar  pembelajaran tercapai maka :
1. Anak merasa senang dalam belajar.
2. Anak percaya bahwa dirinya pasti  bisa asalkan mau berusaha.
3. Anak  mampu mengelola emosi dan menghargai orang lain.
4. Anak dapat merawat diri dan barang-barang yang menjadi tanggung jawab dia.
5. Anak paham kata dan keterkaitanya  dengan huruf serta bunyinya.
6. Anak mampu menyimak dan dapat mengutarakan  gagasan sederhana.

Transisi PAUD ke SD perlu berjalan dengan mulus, Proses belajar mengajar di PAUD dalam pendidikan  dasar kelas awal harus selaras dan berkesinambungan.

Fondasi dibangun secara holistik, setiap anak memiliki hak untuk dibina agar mendapatkan kemampuan fondasi yang holistik bukan hanya kognitif melainkan juga kematangan emosi , kemandirian, kemampuan berinteraksi dan lainnya.

Setiap sekolah adalah proses  bukan hasil , siap sekolah bukanlah upaya pelabelan antara anak yang sudah siap atau belum siap melainkan sebuah proses yang perlu dihargai oleh satuan Pendidikan dan orang tua yang bijak.

Dengan keterlibatan semua pihak, semua anak dapat mendapatkan kemudahan dalam bertransisi dari PAUD ke SD  sehingga:

BACA JUGA: Puluhan Remaja Diamankan Polres Banjar

Peserta Didik PAUD dapat terus melanjutkan prosesnya untuk mendapatkan kemampuan fondasi, sehingga memiliki pijakan yang kuat untuk memperoleh  pembelajaran selanjutnya.

Dengan demikian orang tua harus bekerjasama dengan pihak sekolah yaitu guru PAUD dan guru SD, agar mampu membangun jembatan supaya  anak Didik kita merasa aman dan nyaman melewati jembatan tersebut, sehingga sampai ke sekolah., serta memiliki satu persepsi dan satu misi dalam praktek pembelajaran supaya anak didik kita dari PAUD Ke SD tidak merasa kaget dan lancar prosesnya. (Yoyoh Maesaroh, ST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan