Gerindra Jabar Dorong Penanaman Pohon Berbasis Wilayah

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Mengakhiri tahun 2025, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat mendorong gerakan penanaman pohon berbasis wilayah sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang kian rentan. Program tersebut dirancang dengan menyesuaikan karakter geografis dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah, termasuk Kota Banjar, agar tidak berhenti sebagai kegiatan simbolik semata.

Gerakan ini dilaksanakan melalui kegiatan doa bersama dan penanaman pohon yang digelar oleh DPC Partai Gerindra Kota Banjar di Sekretariat DPC, Jalan Mayjen Lili Kusuma. Sabtu, (3/1/2026).

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi arahan partai di tingkat pusat yang menekankan pentingnya peran politik dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Banjar, Sutarno, menyampaikan bahwa penanaman pohon tidak bisa diseragamkan di semua daerah. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakter alam, risiko bencana, serta kebutuhan sosial-ekonomi yang berbeda, sehingga pendekatan berbasis wilayah menjadi keharusan.

“Untuk pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah,” ujar Sutarno.

Dalam kegiatan tersebut, DPC Gerindra Kota Banjar menyiapkan sebanyak 250 bibit pohon alpukat yang akan ditanam di seluruh wilayah Kota Banjar. Bibit tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan pengurus ranting sebagai bentuk pelibatan struktur partai hingga tingkat bawah agar gerakan ini dapat berkelanjutan.

Sutarno menjelaskan bahwa pemilihan pohon alpukat bukan sekadar pertimbangan ekologis, tetapi juga didasarkan pada manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat. Ia menilai bahwa upaya pelestarian lingkungan akan sulit berhasil jika tidak memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.

“Kami memilih pohon buah-buahan, terutama alpukat, karena sesuai dengan kondisi alam Banjar dan dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.

Sutarno juga mengkritisi kondisi hutan dan lingkungan saat ini yang terus mengalami penurunan kualitas akibat minimnya kesadaran kolektif. Menurutnya, meningkatnya bencana alam di berbagai daerah merupakan sinyal kuat bahwa eksploitasi alam tidak diimbangi dengan upaya pemulihan yang memadai.

“Menurunnya fungsi hutan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko bencana. Ini tidak bisa dibiarkan,” katanya.

Sutarno menambahkan bahwa secara umum, Gerindra Jawa Barat mendorong penanaman pohon keras seperti jati dan albasia di kawasan pegunungan dan lereng. Namun, Kota Banjar diposisikan sebagai wilayah dengan pendekatan berbeda karena potensi agraris dan kultur masyarakatnya.

“Untuk Banjar, pendekatannya kami arahkan pada tanaman produktif agar masyarakat merasa memiliki dan mau merawatnya,” ujarnya.

Lanjut Sutarno, kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial akhir tahun. Tanpa komitmen jangka panjang, menurutnya, gerakan seperti ini hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak nyata bagi alam dan masyarakat.

BACA JUGA: Polres Garut Prediksi Puncak Arus Balik 3–4 Januari

“Peduli terhadap alam jangan berhenti sebatas seremonial. Mari jaga alam, niscaya alam akan menjaga kita,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kota Banjar, pengurus PAC, ranting, serta sayap partai. Melalui kegiatan ini, Gerindra Kota Banjar berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat demi keberlanjutan hidup generasi mendatang di Tahun 2026 dan seterusnya. (Johan)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063
IMG-20260311-WA0097
IMG_20260312_050302

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan