Gubernur Jabar Terpilih Hadiri Pengukuhan DKD Pangandaran
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Gubernur Jawa Barat terpilih, Kang Dedi Mulyadi (KDM), hadir di Pangandaran untuk menyaksikan pengukuhan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kabupaten Pangandaran pada Jumat malam, 31 Januari 2025.
Pengukuhan yang berlangsung di Alun-alun Paamprokan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, anggota DPR RI Ida Nurlaela, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin, Sekretaris Daerah Pangandaran Kusdiana, serta Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto dan Dandim 0625 Pangandaran.
Acara pengukuhan dimulai dengan tampilan seni tradisional khas Pangandaran, salah satunya Benjang Batok, kesenian buhun asal Cijulang yang menjadi wajah pembuka acara tersebut. Dalam pengukuhan ini, Anton Rahanto dipercaya sebagai Ketua DKD Pangandaran, dengan anggota yang berasal dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Para anggota DKD ini memiliki latar belakang sebagai pelaku seni dan budaya. Minggu, (02/02/2025).
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengungkapkan bahwa tujuan pembentukan DKD adalah untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Pangandaran. Menurutnya, keberadaan DKD juga diharapkan dapat meningkatkan nilai-nilai budaya yang sudah ada, serta menjadi regenerasi pelaku seni dan budaya agar kesinambungan budaya dapat berlangsung dari generasi ke generasi.
“Tujuan kami membentuk DKD ini untuk melestarikan dan meningkatkan nilai-nilai budaya yang ada,” ujar Jeje. Ia juga menambahkan bahwa DKD tidak hanya berfungsi untuk memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga sebagai wadah bagi para pelaku seni untuk terus berkembang. “Regenerasi pelaku seni dan budaya harus ada, agar budaya ini tidak terputus dan bisa diwariskan kepada anak cucu kita,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya menjaga nilai budaya di Pangandaran, yang menurutnya tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya dan banyaknya kunjungan wisatawan, tetapi juga dengan budaya yang harus tetap lestari. Dedi mengingatkan bahwa meskipun kunjungan wisatawan penting, alam dan budaya Pangandaran harus dijaga dengan baik agar tetap memberikan keberkahan bagi masyarakat setempat.
“Pangandaran bukan hanya soal berapa banyak jumlah wisatawan yang datang. Tapi, bagaimana kita bisa menjaga alam dan budaya agar tetap lestari, agar alam ini bisa memberi rezeki kepada kita semua,” kata Dedi dalam sambutannya.
Dedi juga memberikan konsep untuk menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Menurutnya, ada empat hal yang harus dibentuk untuk menciptakan suasana wisata yang khas di Pangandaran. Keempat hal tersebut adalah arsitektur khas, aroma khas, suara khas, dan ikon souvenir.
“Saya harap Pangandaran memiliki arsitektur khas, contohnya seperti bangunan hotel dan rumah makan yang memiliki ciri khas tertentu. Sehingga, orang yang datang ke Pangandaran bisa langsung mengingatnya,” ungkap Dedi. Ia juga menambahkan bahwa aroma khas di hotel-hotel Pangandaran bisa menambah daya tarik bagi para wisatawan. “Mereka bisa memasang aroma khas, seperti wewangian tradisional yang menenangkan,” ujarnya.
BACA JUGA: Maling Gasak Uang dan Perhiasan di Cikabuyutan Timur
Tak hanya itu, Dedi juga mengusulkan agar Pangandaran memiliki ikon souvenir yang menonjol. Ia menyarankan agar souvenir khas Pangandaran mengangkat tema Nyi Ratu Kidul, sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Kenapa tidak Pangandaran memiliki souvenir dengan ikon Nyi Ratu Kidul, seperti yang dimiliki Bali dengan suasana khasnya,” katanya.
Gubernur terpilih itu berharap Pangandaran dapat mencontoh daerah-daerah yang berhasil dalam membentuk branding yang mudah diingat oleh wisatawan. Sebagai contoh, Bali, yang memiliki aroma khas, suara, dan suasana yang langsung bisa dirasakan begitu wisatawan tiba di bandara. “Di Bali, begitu kita tiba di sana, kita langsung merasakan suasana yang khas. Begitu juga saat kita pergi ke Mekkah, ada aroma terapi yang sangat kuat,” ujar Dedi.
Dengan adanya pengukuhan DKD ini, Dedi berharap Pangandaran bisa lebih maju dalam mengembangkan wisata berbasis budaya, yang tidak hanya memanfaatkan keindahan alam, tetapi juga mempertahankan dan mempromosikan kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah tersebut. (KMP/infopriangan.com)

