Harga Pupuk Naik, Warga Ciamis Ternak Kambing Sendiri

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kenaikan harga pupuk kandang di pasaran mendorong Yakub Alamsyah, warga Dusun Cigobang RT 35/RW 05, Desa Karangpaningal, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, untuk mengambil langkah tak lazim. Ia memilih memelihara kambing sendiri di sekitar rumah, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pupuk kebun, tetapi juga untuk menjamin pasokan daging usaha rumah makannya.

“Saya punya banyak pohon kelapa yang rutin dipupuk. Kalau terus mengandalkan pupuk dari pasar, berat juga. Jadi saya pikir, kenapa tidak produksi sendiri dari kotoran ternak?” ujar Yakub saat ditemui di rumahnya, Selasa (17/6/2025).

Langkah itu diambil setelah harga pupuk kandang melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai wirausahawan yang juga mengelola usaha kuliner berbasis olahan kambing, Yakub melihat beternak sendiri sebagai solusi ganda: menyuburkan kebun sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku sate di warung makannya.

Diketahui, sedikitnya 50 ekor kambing berbagai ukuran kini dipeliharanya di kandang yang berlokasi tepat di belakang rumah. Meski berada di kawasan padat penduduk, Yakub menegaskan bahwa dirinya sangat memperhatikan aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

“Kandang saya bersihkan tiap hari. Kotoran langsung saya bawa ke kebun. Saya paham, kalau kandang bau, yang kena bukan cuma saya tapi juga tetangga,” tuturnya.

Kesadaran Yakub untuk menjaga keharmonisan lingkungan juga ditunjukkan melalui langkahnya berkoordinasi dengan aparat desa sebelum memulai kegiatan beternak. Menurutnya, hal tersebut penting agar tidak muncul salah paham dari warga.

“Saya sudah minta pendapat Pak Kades dan Pak RT sebelum mulai. Responnya positif. Bahkan Pak Kades sudah lihat sendiri ke kandang,” kata dia.

Ketua RT setempat, Asep Supono, membenarkan pernyataan Yakub. Ia menyatakan dukungannya atas semangat kemandirian warga dalam memenuhi kebutuhan sendiri, namun tetap menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang secara konsisten.

“Kalau kandang bersih, lingkungan juga ikut bersih. Tapi kalau dibiarkan kotor, dampaknya bisa ke mana-mana. Masalah bau dan kesehatan harus jadi perhatian utama,” jelas Asep.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Karangpaningal, Uhin, yang mengapresiasi inisiatif warganya tersebut. Dalam kunjungannya ke lokasi peternakan mini milik Yakub, ia menilai kandang berada dalam kondisi bersih dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Meski demikian, Uhin tetap memberi catatan penting terkait skala usaha yang sedang berkembang.

BACA JUGA: Desa Pawindan Wakili Jabar di Seleksi Kampung KB Nasional

“Kalau jumlah kambingnya bertambah terus, sebaiknya lokasi kandang dipindahkan ke tempat yang lebih jauh dari pemukiman warga. Ini bukan melarang, tapi demi menjaga kenyamanan dan ketenangan bersama. Suara dan bau dari ternak bisa saja jadi masalah kalau skalanya makin besar,” tegas Uhin.

Langkah yang diambil Yakub dinilai sebagai bentuk inovasi dan solusi dari warga terhadap persoalan ekonomi lokal, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pasar. Namun demikian, pengawasan dan pengelolaan yang cermat tetap diperlukan agar upaya tersebut tidak berbalik menjadi gangguan sosial. (Revan, infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan